Dewan Pers

Dark/Light Mode

Antisipasi Omicron BA.4 Dan BA.5, Pemerintah Monitor Kapasitas RS-Obat

Senin, 13 Juni 2022 09:52 WIB
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo. (Foto: Kantor Staf Presiden)
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo. (Foto: Kantor Staf Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus memonitor kapasitas rumah sakit, obat, dan oksigen untuk menghadapi masuknya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

"Kita tidak boleh lengah, jangan terjegal menjelang finish," tegas Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo, di gedung Bina Graha Jakarta, Senin (13/6). 

Seperti diketahui, kasus Covid-19 harian kembali mengalami kenaikan sebulan pasca lebaran. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, per 9 Juni 2022 terdapat penambahan 556 kasus. Kenaikan kasus tersebut diakibatkan varian baru yang sudah masuk ke Indonesia. Yakni, Omicron BA.4 dan BA.5. 

Berita Terkait : Simak, Fakta Penting Soal Omicron BA.4 & BA.5 Yang Kini Terdeteksi Di Indonesia

Abraham mengatakan, sejauh ini kenaikan kasus Covid-19  di Indonesia masih terpantau baik. Sebab, angka positivity rate dan transmisi kasus dilaporkan rendah. Meski demikian, Ia mengingatkan, masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan melakukan vaksin booster bagi yang belum. 

“Kenaikan angka kasus kita lihat sebagai warning. Kalo kita mau menjaga Indonesia tetap on track menuju endemi maka kita jangan abai protokol kesehatan dan menolak vaksin booster," ujarnya.

Abraham juga tak henti-hentinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung protokol kesehatan dan vaksin. Agar pandemi bisa berakhir tahun ini.

Berita Terkait : Syarief Hasan Inisiasi Kemitraan Antara UNM & Universitas Nottingham

Sebagai informasi, subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 telah terdeteksi di Indonesia. Subvarian tersebut diketahui memiliki tingkat kesakitan rendah pada pasien yang terkonfirmasi positif. 

Kasus subvarian baru BA.4 dan BA.5 pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 6 Juni 2022. Terdapat 4 kasus. Yakni, 1 orang positif BA.4, seorang WNI dengan kondisi klinis tidak bergejala serta sudah divaksin dua kali, dan 3 orang positif BA.5 

Kondisi klinis tiga orang tersebut, antara lain dua orang tidak bergejala dan satu orang gejala ringan dengan sakit tenggorokan dan badan pegal. Mereka rata-rata sudah vaksin booster bahkan sampai ada yang 4 kali divaksin Covid-19.