Dewan Pers

Dark/Light Mode

Antisipasi Arus Balik Lebaran, KSP: Pemerintah Selalu Siaga

Jumat, 6 Mei 2022 13:35 WIB
Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta. (Foto: Dok. KSP)
Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta. (Foto: Dok. KSP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Puncak arus balik lebaran 2022 diprediksi akan terjadi mulai hari ini, Jum'at (6/5) hingga Minggu (8/5). Mengantisipasi hal itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario terkait manajamen lalu lintas.

"Pemerintah akan selalu berupaya melakukan yang terbaik untuk masyarakat, termasuk mengatur perjalanan arus balik dengan manajemen lalu lintas untuk mengurai kemacetan," ujar Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta, di Jakarta, Jum'at (6/6).

Berita Terkait : Optimalkan Arus Balik, Pos Pelayanan Kesehatan Jalur Pantura Bekasi Dipindahkan

Febry mencontohkan pengaturan lalu lintas pada ruas jalan tol. Menurutnya, pada arus balik, pemerintah masih akan memberlakukan kebijakan ganjil genap, aturan satu arah (one way), dan larangan truk masuk jalan tol.

"Kebijakan tersebut dinilai sangat efektif mengurai kemacetan saat arus mudik kemarin," ujarnya.

Berita Terkait : Mudik Tahun Ini Relatif Lancar, Kadin Puji Sinergi Pemerintah Dan Swasta

Sementara mengantisipasi antrean masuk pelabuhan dari Sumatera ke Jawa, yang selalu terjadi pada arus balik, ungkap Febry, pemerintah telah menyiapkan pelabuhan Panjang di Lampung untuk menampung kendaraan logistik dan penumpang menuju pelabuhan Ciwandan, Banten.

Ia juga menghimbau masyarakat, untuk melakukan perjalanan balik lebih awal atau setelah puncak arus balik, demi menghindari kemacetan.

Berita Terkait : Kemenhub Bakal Alihkan Kendaraan Besar Dari Pelabuhan Ketapang Ke Pelabuhan Jangkar

Febry mengatakan masyarakat bisa mempertimbangkan setelah melakukan silaturahim dengan keluarga, dimanfaatkan waktu untuk pulang lebih awal.

"Kalau memang waktu cutinya cukup, bisa pulang setelah tanggal 9 untuk kenyamanan kita semua," pungkas Febry. [SRI]