Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mentan Gercep Pelototi Kedatangan Kapal Ternak Di Pelabuhan Tanjung Priok

Senin, 13 Juni 2022 13:19 WIB
Mentan saat mengawal langsung kedatangan kapal yang mengangkut sapi potong di Pelabuhan Tanjung Priok/Ist
Mentan saat mengawal langsung kedatangan kapal yang mengangkut sapi potong di Pelabuhan Tanjung Priok/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) bergerak cepat alias gercep mengawal langsung kedatangan kapal ternak yang membawa sapi potong untuk kebutuhan kurban di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (10/6).

Sebanyak 550 ekor sapi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) diangkut melalui tol laut untuk kebutuhan kurban di Pulau Jawa khususnya Jabodetabek. 

Berdasarkan laporan data pelepasan pemasukan domestik sapi potong 28 April – 10 Juni 2022, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok mencatat, total pemasukan sapi potong domestik telah mencapai 8.041. Rinciannya, Provinsi asal NTT & NTB untuk Pelabuhan Laut Tanjung Priok, dan Provinsi NTB serta Bali untuk Pelabuhan Rakyat Sunda Kelapa.

“Melalui Pelabuhan Tanjung Priok kita akan berturut-turut menerima kiriman hewan sapi dari daerah hijau, daerah tanpa PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Hari ini KM. Camara Nusantara 1 yang baru saja tiba  membawa 550 ekor sapi potong, “ ujar SYL di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (10/6).

Berita Terkait : Lantunan Salawat & Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Eril Di Gedung Pakuan

Pengiriman hewan ternak ini bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan hewan kurban jelang Idul Adha. Dengan kapal ternak via tol laut ini, Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat lalu lintas ternak.

Hewan ternak yang dikirim sudah mendapat tindakan karantina guna memastikan sapi, yang merupakan salah satu Hewan Rentan PMK (HRP) ini sehat, aman dan bebas PMK.

Selain itu, telah memiliki Sertifikat Kesehatan Hewan (SKH) yang dikeluarkan oleh Badan Karantina Daerah agar dipastikan benar-benar sehat dan bebas dari PMK.

“Ini sangat serius kita tangani, kita tidak boleh menganggap ringan. Setelah melalui 14 hari masa karantina di daerah asal untuk menjamin keamanan dan kesehatan HRP, bebas PMK, kita juga menyiapkan dokter hewan yang diperbantukan naik ke kapal untuk mengecek kesehatan hewan di kapal,” jelasnya.

Berita Terkait : Mentan Pantau Langsung Kedatangan Kapal Ternak Di Pelabuhan Tanjung Priok

Dalam peningkatan kewaspadaan ini, Kementerian Pertanian bersama dengan Kementerian dan Lembaga terkait lainnya saling bersinergi memastikan kelancaran mobilitas ternak jelang Idul Adha pada Juli mendatang.

SYL juga mengapresiasi kerja keras seluruh pihak seperti tenaga kesehatan hewan, para petugas karantina pertanian, jajaran di Kementerian Perhubungan dan seluruh pihak yang terlibat dan berperan di pintu-pintu pelabuhan. Yang telah bekerja keras mendampingi para peternak melakukan mobilisasi hewan ternak sesuai prosedur pengawasan lalu lintas hewan yang berlaku.

“Ini membutuhkan tangan semua pihak. Terima kasih kepada TNI/Polri, Gubernur dan Bupati yang sangat membantu dan serius menangani terutama pada daerah suspek,” ungkap SYL.

Kementerian Pertanian tengah berupaya mendatangkan 3 juta dosis vaksin darurat untuk menanggulangi dan menekan penyebaran PMK, 3 juta dosis vaksin PMK yang akan didatangkan tersebut berasal dari Perancis, Australia, Brazil dan Selandia Baru. Estimasi kedatangan vaksin di tahap pertama adalah minggu kedua Juni 2022.

Berita Terkait : Laskar Ganjar Puan Gelar Doa Kebangsaan Raja se-Nusantara Di Blitar

“Kita punya populasi hewan sapi sebanyak 18 juta, yang terkena sekitar 116 ribu. Tetapi tidak boleh sedikitpun kita lengah. Sebelum Idul Adha, vaksin darurat dari beberapa negara juga sudah kita siapkan,“ ujar  SYL.■