Dewan Pers

Dark/Light Mode

Perpusnas Dukung Upaya ANRI Selamatkan Arsip Terjaga & Arsip Statis

Rabu, 15 Juni 2022 20:10 WIB
Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando (kiri) menyerahkan arsip statis dan salinan autentik arsip terjaga ke Kepala ANRI Imam Gunarto. (Foto: Dok. Perpusnas)
Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando (kiri) menyerahkan arsip statis dan salinan autentik arsip terjaga ke Kepala ANRI Imam Gunarto. (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando menyerahkan arsip statis dan salinan autentik arsip terjaga kepada Kepala Arsip Nasional RI (ANRI) Imam Gunarto. Arsip statis yang diserahkan berupa nota kesepahaman (MoU) antara Perpusnas dan Perpustakaan Prancis. Sementara, salinan autentik arsip terjaga yang diserahkan berupa MoU antara Perpusnas dan Perpustakaan Nasional Korea Selatan serta Perpusnas dan Perpustakaan Kazakhstan.

Syarif Bando mengapresiasi upaya yang dilakukan ANRI dalam membina kearsipan di Perpusnas. Karena pembinaan itu, nilai kearsipan yang diperoleh Perpusnas mengalami peningkatan sangat signifikan, dari awalnya 35 menjadi 80 dalam lima tahun terakhir.

Menurutnya, arsip merupakan identitas bangsa. Oleh karena itu, dibutuhkan pengetahuan arsip yang memadai untuk mengelola manajemen pemerintahan dan tata kelola kenegaraan, serta komitmen untuk menyiapkan dokumen.

Berita Terkait : Awas, Ancaman Krisis Pangan Di Depan Mata

“Tak ada yang meragukan kekuatan persenjataan dan militer bangsa Indonesia. Namun, karena Indonesia tidak mampu menunjukkan arsip terjaga dari Pulau Ligitan dan Sipadan dalam pengadilan internasional yang berlangsung di Den Haag waktu itu, kedua pulau tersebut lepas dari NKRI,” jelasnya, dalam Rapat Koordinasi Penyelamatan Arsip Terjaga Nasional, di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (15/6).

Pada kesempatan tersebut, turut hadir anggota Komisi II DPR Komarudin Watubun. Kepala Perpusnas meminta kepada legislator agar perpustakaan dan arsip, di mana pun berada, diafirmasi baik dari segi anggaran maupun perhatian. 

Selain itu, dia menyatakan upaya kolaborasi yang telah dibangun antara Perpusnas dan ANRI merupakan komitmen bersama, selain sebagai satu rumpun karena keduanya berperan untuk menyediakan informasi yang benar dalam mengantisipasi sekaligus membendung maraknya hoaks. “Kesadaran kita untuk membuka arsip tentang kebenaran sejarah, kesadaran kita tentang bahan bacaan yang relevan dan sesuai fakta, sangat tergerus dengan media sosial, ketika jari-jari tangan manusia sangat mudah untuk men-share tanpa menyimak,” ucapnya.

Berita Terkait : Warga Serang Dukung Sandiaga Uno Presiden 2024

Perpusnas dan ANRI dapat dijadikan benteng menangkal hoaks. Sebab, keduanya menjadi simbol bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensi sejarah perjalanan bangsa.

Sementara itu, Kepala ANRI mengatakan, latar belakang dari pelaksanaan kegiatan ini secara substansi disebabkan adanya salah arah dalam konteks kearsipan. Selama ini, kementerian/lembaga lebih menjaga arsip keuangan dan kepegawaian dibandingkan arsip yang perlu untuk dilestarikan, serta diwariskan kepada generasi mendatang.

Kepala ANRI menjelaskan, arsip terjaga ialah arsip negara yang dihasilkan dari kegiatan yang dibiayai anggaran negara. Arsip tersebut berkaitan untuk menjaga keberlangsungan bangsa dan negara. Apabila arsip tidak ada, maka keberlangsungan bangsa dan negara akan terganggu.

Berita Terkait : Kepala Perpusnas Dorong Masyarakat Sulteng Kelola Potensi Daerah

“Oleh karena itu, sangat perlu menjaga keutuhan, kelengkapan, keamanan dan keselamatan arsip terjaga tersebut. Sebagaimana tadi sudah dicontohkan oleh Kepala Perpusnas dengan sangat fasih tentang lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan karena arsip terjaganya yang berupa batas wilayah tidak dijaga dengan baik,” terangnya.

Dalam rapat koordinasi, dijelaskan tentang pengelolaan dan penyelamatan arsip terjaga sebagaimana diamanatkan Undang-Undang (UU) Kearsipan. Selanjutnya, arsip-arsip statis yang memenuhi syarat, wajib diserahkan kepada ANRI. Apabila tidak diserahkan, akan diberikan sanksi sesuai dengan yang sudah diatur dalam UU Kearsipan.

Arsip statis yang telah diserahkan Perpusnas kepada ANRI selama periode 2018-2022 di antaranya personal file eselon I dan II Perpusnas, sertifikat Ingatan Kolektif Dunia (MoW) dari UNESCO tentang Babad Diponegoro, sertifikat MoW dari UNESCO tentang Negarakretagama atau Desyawarnana (1365), sertifikat MoW dari UNESCO tentang Naskah Panji (Panji Tales Manuscripts), Peraturan Perpustakaan Nasional dan Laporan Kinerja Instansi, arsip statis Covid-19, serta arsip statis dan arsip terjaga tentang MoU.■