Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kementan Pastikan Ketahanan Pangan Kawasan Pulau Buton Aman Dan Bebas PMK

Minggu, 17 Juli 2022 10:18 WIB
Jajaran Kementan saat meninjau kebutuhan pangan di Sulawesi Tenggara/Ist
Jajaran Kementan saat meninjau kebutuhan pangan di Sulawesi Tenggara/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian melalui Inspektorat Jenderal (Itjen Kementan) memastikan bahwa kebutuhan bahan pokok di wilayah Buton dalam kondisi aman dan terkendali. Selain itu, sapi hewan ternak yang berasal dari wilayah tersebut juga dalam kondisi bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Irjen Kementan Jan Maringka mengatakan, selama ini pengawasan yang dilakukan berjalan dengan ketat serta melibatkan aparat penegak hukum (APH) lainya baik dari Polri, Kejaksaan, BPK dan Aparat Pengawas Internal  Pemerintah (APIP). 

Menurut Jan, kolaborasi tersebut berjalan baik serta mampu mendukung kekuatan pangan nasional.

Berita Terkait : Pemerintah Skrining Ketat Kepulangan Jemaah Haji Yang Tiba di Indonesia

"Saya sudah melihat, dan saya yakin pangan di Buton aman dan hewan ternaknya bebas PMK,” kata Jan saat membuka dialog jaga pangan di Aula Palagimata Kantor Wali Kota Baubau, Jumat (15/7).

Jan mengatakan, sektor pertanian selama ini terbukti mampu bertahan dari berbagai jurang resesi global. Sebaliknya, pertanian bertumbuh pesat meski di banyak negara dilanda pandemi Covid-19.

"Saya yakin dengan bersinergi, maka semua persoalan dapat diatasi dengan baik. Demikian pula pengembangan ternak di wilayah Sultra harus meningkat," katanya.

Berita Terkait : Menag Pastikan Jemaah Tetap Terlayani Katering Setelah Armuzna

Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Baubau, Kepala Kejari Kota Baubau, Bupati Buton, Kejari Buton, Dandim, Kepala Dinas Pertanian  seluruh Kabupaten Buton, Balai Karantina Kelas II Kendari, dan kelompok tani Kota Baubau, Kabupaten Buton dan Bulteng.

Sebelumnya, Jan berkesempatan mengunjungi pabrik pakan yang terletak di Desa Kampeonaho. Berdasarkan informasi, pabrik tersebut mampu memproduksi 6.600 ton jagung per 3 bulannya, yang diolah menjadi pakan ternak dan sentral produksi pakan yang banyak digunakan para peternak di Sulawesi Tenggara.

"Di sini saya juga melihat potensi tanaman pala yang berada di Baubau sangat besar. Ini dapat kita dorong bersama agar pala Baubau nantinya dapat diekspor," katanya.

Berita Terkait : Pasca Idul Adha, Mentan Sidak Stok Dan Harga Pangan Di Pasar Kota Makassar

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong agar semua kota dan Kabupaten di seluruh Indonesia mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

Ini penting dilakukan, mengingat Indonesia sukses mempertahankan kebijakannya untuk tidak impor beras selama tiga tahun berturut-turut.

"Saya juga mengajak masyarakat ikut mengawasi penyakit PMK bersama-sama," ajaknya.■