Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jadi Hub Internasional

Erick: Kualanamu Jangan Mau Kalah Sama Bandara Changi Dan KL

Kamis, 7 Juli 2022 14:54 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) saat menyaksikan penandatanganan dokumen operasional komersial Bandara Kualanamu oleh AP II dan APA di Sarinah, Jakarta, Kamis (7/7). (Foto: Humas BUMN)
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) saat menyaksikan penandatanganan dokumen operasional komersial Bandara Kualanamu oleh AP II dan APA di Sarinah, Jakarta, Kamis (7/7). (Foto: Humas BUMN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan, pengelolaan Bandara Kualanamu di Sumatera Utara oleh PT Angkasa Pura Aviasi (APA), merupakan upaya konkret dalam perbaikan ekosistem transportasi. Yang tak hanya mencakup mobilitas manusia, tetapi juga rantai pasok.

"Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama menyaksikan serah terima pengelolaan Bandara Kualanamu dari PT Angkasa Pura II atau AP II kepada APA, yang merupakan perusahaan patungan bersama dengan mitra strategis GMR Airports," ujar Erick, saat menyaksikan penandatanganan dokumen operasional komersial Bandara Kualanamu oleh AP II dan APA di Sarinah, Jakarta, Kamis (7/7).

Kemitraan strategis ini mengedepankan proses tata kelola perusahaan yang baik. Melalui proses tender yang transparan, melibatkan review dan pendampingan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi Indonesia.

Erick berharap, kemitraan strategis ini dapat meningkatkan kualitas pengelolaan Bandara Kualanamu, menjadi lebih profesional. Serta meningkatkan pelayanan agar pengguna merasakan kenyamanan, keamanan, dan pengalaman yang menyenangkan.

"Ini juga menjadi kesempatan Indonesia membangun market baru. Perdagangan selatan ke selatan sangat berpotensi. Kerja sama ini membuat kita punya akses langsung antara Indonesia dan India," lanjut Erick.

Berita Terkait : Erick: BSI Jadi Top 10 Global Islamic Bank...

Mantan Presiden Inter Milan tersebut menyebut hubungan dagang Indonesia dengan India sangat bagus.

GMR India yang bekerja sama dengan AP II, akan mendorong trafik lebih tinggi ke Indonesia, tanpa harus singgah di negara lain.

"Kita perlu daging, India juga perlu batubara dari Indonesia. Ini konteks yang saling menguntungkan. Yang tadinya berhenti ke negara tetangga, Singapura dan Malaysia, sekarang Sumatera jadi hub, sebelum pergi lagi ke negara tujuan lain seperti Korea atau Australia," ucap Erick.

Dengan kerja sama tersebut, Bandara Kualanamu akan menjadi hub internasional untuk mendorong Sumatera Utara, sebagai pusat pariwisata dan kargo.

Erick tak ingin, Indonesia hanya menjadi market bagi negara lain.

Berita Terkait : Saleh Husin: Selamat Jalan Mas Tjahjo, Sahabat Yang Baik

"Ini hal positif. Pembangunan ekonomi tak hanya di Jawa saja. Ekonomi di Sumatera jadi kekuatan sendiri. Presiden sudah investasi di jalan tol. Ini untuk meningkatkan ekonomi dan lapangan kerja di Sumatera," paparnya.

Erick ingin, Bandara Kualanamu bisa menandingi dominasi Bandara Changi Singapura dan Bandara Kuala Lumpur Malaysia, dengan menjadi gerbang dunia internasional untuk dapat mengenali Indonesia melalui pintu Sumatera.

Kerja sama ini, juga diyakini mampu menekan tingginya biaya logistik Indonesia, yang saat ini mencapai 23 persen. Atau lebih tinggi dari rata-rata dunia, yang hanya 13 persen.

"Bagaimana kita bisa berkompetisi kalau harga logistik mahal. Pak Budi dan saya serius memperbaiki rantai pasok. Kerja sama yang kita tekankan, Sumatera Utara kita dorong untuk menjadi pusat pertumbuhan baru ekonomi Indonesia. Agar pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang ditargetkan lima persen per tahun, dapat terus tumbuh sampai 2045. Sehingga, kita bisa jadi negara ekonomi terbesar keempat dunia," papar Erick.

Peningkatan kualitas Bandara Kualanamu, juga mendukung penguatan ekosistem pariwisata, yang saat ini telah kembali tumbuh positif. Seiring keberhasilan Indonesia dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Berita Terkait : Binawan Perkuat Jaringan Melalui Kerja Sama Dengan AOTS Jepang

Erick berpesan, agar pengelolaan Bandara Kualanamu tetap menjaga dan melestarikan budaya Indonesia. Dia ingin, Bandara Kualanamu bisa mengikuti jejak Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, yang mengaktifkan kembali parade budaya sebagai panggung tetap untuk seni, budaya, dan UMKM Indonesia.

"Kalau Korea saja bisa, Indonesia juga harus bisa. Saya kembali berpesan kepada jajaran BUMN sektor pariwisata yang hadir, untuk terus lanjutkan program transformasi kita dalam mengembangkan dan memperkuat ekosistem pariwisata Indonesia. Lakukan bisnis secara profesional, dan bangun kemitraan strategis dengan mitra-mitra yang profesional," pungkasnya. ■