Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Kuliah Umum STIT Al Hikmah

Wamenag Komit Kembangkan Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren

Jumat, 16 September 2022 19:08 WIB
Wakil Menteri Agama (Wamenag) KH. Zainut Tauhid saat stadium general sekaligus pembukaan perkuliahan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Hikmah 1, Benda, Sirampog, Brebes, Kamis (15/9). (Foto: Istimewa)
Wakil Menteri Agama (Wamenag) KH. Zainut Tauhid saat stadium general sekaligus pembukaan perkuliahan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Hikmah 1, Benda, Sirampog, Brebes, Kamis (15/9). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Agama (Wamenag) KH. Zainut Tauhid mengatakan, Kementerian Agama (Kemenag) saat ini sedang mengembangkan secara serius perguruan tinggi berbasis Pondok Pesantren.

Penegasan ini disampaikan Wamenag saat memberikan ceramah pada stadium general sekaligus pembukaan perkuliahan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Hikmah 1, Benda, Sirampog, Brebes, Kamis (15/9).

Hadir. Ketua Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Al-Hikmah 1, KH. Labib Shodiq, Ketua STIT Al Hikmah Benda Sirampog, KH. Mukhlis Syafiq, Lc., M.SI beserta segenap civitas akademika, serta para mahasiswa STIT Al Hikmah.

"Perguruan tinggi berbasis pondok pesantren dalam perkembangan terakhir ini amat relevan dengan kebutuhan masyarakat. Model pendidikan berasrama di mana antara santri, kiai, ustaz, dan komponen lain hidup bersama selama 24 jam dalam satu lingkungan pendidikan yang menyatu," tegas Wamenag di Brebes, Kamis (15/9).

Baca juga : Ketua MUI Kota Serang Ingatkan Pentingnya Moderasi Beragama

Menurutnya, masyarakat masa kini banyak berharap, akan lahirnya profil guru agama yang mempunyai dua kompetensi sekaligus, yaitu: kompetensi keagamaan (tafaqquh fiddin) dan kompetensi profesional.

Mereka adalah guru yang mampu menjadikan kitab kuning sebagai rujukan utama pendidikan agama Islam dan dipadukan dengan keilmuan modern. Profil guru yang mampu menyeimbangkan antara nilai-nilai global dan nilai-nilai lokal.

"Di sinilah urgensi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah di lingkungan pondok pesantren. Ke depan masyarakat kita membutuhkan guru-guru agama yang moderat, toleran dan damai. Sehingga Islam yang tumbuh di Indonesia adalah Islam wasathiyah, karena peserta didiknya dididik dengan baik oleh para pendidik yang baik pula," pesannya.

Wamenag mengapresiasi Pondok Pesantren Al Himah 1 Benda, Sirampog, Brebes, yang berikhtiar mendirikan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam bentuk STIT.

Baca juga : HUT RRI, Hendrasmo Kobarkan Semangat Tri Prasetya

Hal itu penting sebagai langkah konkrit dan sejalan dengan langkah Kementerian Agama untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu terhadap anak bangsa.

"Jadikan kampus ini sebagai tempat yang efektif untuk studi, melakukan riset-riset ilmiyah dan menempa para mahasiswa dengan kepekaan nurani dan kepedulian sosial. Jangan menjadi intelektual di menara gading, tetaplah membaur dan menjadi solusi problem-problem keumatan," pesannya.

"Jadilah agen moderasi beragama di tengah pluralitas bangsa. Wawasan keislaman dan keindonesiaan harus didesiminasikan ke tengah-tengah masyarakat. Agama harus tampil dengan wajahnya yang inklusif, sejuk dan damai," lanjutnya.

Penguatan wawasan moderasi beragama, kata Wamenag sangat penting. Sebab, Indonesia adalah negara yang sangat majemuk. Indonesia dikenal sebagai negara multi-etnis, dengan jumlah suku sebanyak 1.310, memiliki kepulauan terbesar mencapai 17.504 buah dan memiliki 742 bahasa dan sub bahasa yang masih hidup.

Baca juga : Mendes PDTT Paparkan Peran Penting Perguruan Tinggi Bagi SDM Desa

"Sungguh ini merupakan karunia Tuhan yang tiada tara, yang sulit dicarikan bandingannya dan perlu dirawat persatuan dan kerukunan masyarakatnya. Salah satu ikhtiar merawat kerukunan itu adalah melalui penguatan moderasi beragama," tandasnya.

Wamenag berharap STIT Al Hikmah 1 menjadi ruang semai yang akan melahirkan intelektual Indonesia yang mumpuni dalam keilmuan dan memiliki wawasan keagamaan yang moderat. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.