Dark/Light Mode

Disaksikan Menko Polhukam Wiranto

Keluarga Besar Harokah Islam Indonesia, Eks DI/TII, dan NII Berikrar Setia Pada Pancasila dan UUD 1945

Selasa, 13 Agustus 2019 14:39 WIB
Menko Polhukam Wiranto turut menyaksikan ikrar setia Keluarga Besar Harokah Islam Indonesia, Eks DI/TII, dan NII kepada Pancasila dan UUD 1945 di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (13/8). (Foto: Humas Polhukam)
Menko Polhukam Wiranto turut menyaksikan ikrar setia Keluarga Besar Harokah Islam Indonesia, Eks DI/TII, dan NII kepada Pancasila dan UUD 1945 di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (13/8). (Foto: Humas Polhukam)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyaksikan ikrar setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhineka Tunggal yang dilakukan oleh keluarga besar Harokah Islam Indonesia, eks Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), dan eks Negara Islam Indonesia (NII).

Ada 14 perwakilan yang hadir dari gerakan tersebut.

“Hari ini, menjelang proklamasi kemerdekaan atau menjelang ulang tahun proklamasi kemerdekaan, kita bersyukur bahwa ada satu niatan, satu keinginan, semangat untuk teman-teman kita, keluarga besar Harokah Islam Indonesia beserta eks DI/TII, eks NII beserta para pendukung dan simpatisannya. Mereka sadar bahwa persatuan itu sangat penting. Mereka sadar, dengan persatuan kita bisa membangun negeri. Hanya dengan persatuanlah, kita dapat berkompetisi dengan negara lain,” kata Menko Polhukam Wiranto, saat memberikan dalam acara pembacaan ikrar di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (13/8).

Menko Polhukam menyampaikan bahwa pemerintah dan seluruh masyarakat memberikan apresiasi, menyambut baik, dan sangat berbangga dengan keikhlasan serta kesediaan keluarga besar Harokah Islam Indonesia, eks DI/TII dan eks NII untuk bersama-sama berikrar setia kepada NKRI.

Baca juga : Kalau Ada Temuan Negatif Pemilu, Silakan Tempuh Jalur Hukum

Ia pun berharap, kesadaran ini tidak hanya berlaku kepada mereka yang menyatakan ikrar. Tetapi terus menyebar, sehingga dapat ditiru, dicontoh, diikuti oleh teman-teman lain yang masih menduakan ideologi Pancasila, dan masih bercita-cita untuk mengubah NKRI menjadi wajah yang lain.

“Mudah-mudahan, momen ini menjadi satu peluang yang sangat baik untuk teman-teman di luar yang belum sadar, untuk sadar mengikuti jejak teman-teman yang saat ini bersama-sama kita di ruangan ini. Tentu, semua ini bergantung kepada kita sekalian, semangat kita, kebersamaan kita. Tentunya kita juga berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Semangat seperti ini akan terus mengalir, terus bisa berkembang di negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Dari 14 perwakilan, empat orang lainnya membacakan ikrar yaitu putra tokoh utama DI/TII-NII: H Sarjono Kartosuwiryo, putra Imam DI/TII: Aceng Mi’raj Mujahidin Sibaweh, cucu dari tokoh pendiri DI/TII: H. Yudi Muhammad Auliya, dan pengasuh ponpes Alfalah Biru: KH Dadang Fathurrahman.

Berikut bunyi ikrar yang dibacakan:

Baca juga : Menkopolhukam Wiranto: Meski Anak Cucu Saya Bercadar, Tapi Sudah Tertanam Nilai-nilai Pancasila

Ikrar setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika Kami keluarga besar Harokah Islam beserta eks Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), dan eks Negara Islam Indonesia (NII) bersama segenap pendukungnya dengan ini berikrar:

1. Berpegang teguh kepada Pancasila dan UUD 1945.

2. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

3. Menjaga persatuan dalam masyarakat majemuk agar tercipta keharmonisan, toleransi, kerukunan dan perdamaian untuk mencapai tujuan nasional.

Baca juga : Nggak Mau Nyerobot, Menteri Lukman Rela Antre 20 Menit di Kamar Mandi Mina

4. Menolak organisasi dan aktivitas yang bertentangan dengan Pancasila.

5. Meningkatkan kesadaran bela negara dengan mengajak komponen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Usai membacakan ikrar, mereka menandatangani piagam ikrar, dan mencium bendera merah putih sebagai simbol bahwa mereka sadar satu-satunya ideologi di Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Pancasila. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.