Dark/Light Mode

Tumbuh 5,03 Persen, Ekonomi RI Di Atas China Dan Vietnam

Senin, 8 Mei 2023 09:54 WIB
Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Edy Priyono. (Foto: Ist)
Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Edy Priyono. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,03 persen (year on year) pada kuartal I-2023, menunjukkan masih kuatnya perekonomian Indonesia di tengah perlambatan ekonomi dan penurunan harga komoditas global. 

Deputi III Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Edy Priyono mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan ini juga lebih baik dibandikan beberapa negara di kawasan, seperti China 4,5 persen dan Vietnam 3,3 persen. Pemerintah pun optimistis, dalam keseluruhan 2023 ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari 5,0 persen.

“Strateginya dengan memperkuat ekonomi domestik,” Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Edy Priyono, di Gedung Bina Graha Jakarta, Senin (8/5). 

Baca juga : Airlangga: Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Dunia, ASEAN Punya Peran Penting

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2023 tumbuh 5,03 persen. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi terjadi merata di seluruh wilayah. Pulau Jawa dan Sumatera sebagai kontributor utama perekonomian nasional hampir 80 persen mampu melanjutkan tren pemulihan. 

Pertumbuhan tertinggi terjadi di Pulau Sulawesi 7,00 persen, disusul Pulau Kalimantan 5,79 persen, Jawa 4,96 persen, Sumatera 4,79 persen, Bali & Nusa Tenggara 4,74 persen serta Maluku dan Papua 1,95 persen.

Edy mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2023 tidak terlepas dari kerja keras pemerintah dalam menjaga pengeluaran dan produksinya. Dari sisi pengeluaran, kata Edy, seluruh komponen tumbuh positif. Seperti konsumsi rumah tangga sebagai penopang utama PDB Indonesia, yakni memberikan kontribusi sebesar 2,44 persen, tumbuh kuat sebesar 2,54 persen. 

Baca juga : Tumbuh 5 Persen, Ekonomi Kita Lampu Hijau

Selain itu, ekspor barang/jasa dengan kontribusi 2,1 persen dan investasi dalam bentuk pembentukan modal tetap bruto juga tetap tumbuh. Yakni masing-masing sebesar 11,68 persen dan 2,11 persen.

Sementara dari sisi produksi, tambah Edy, pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Seperti, transpotasi dan pergudangan sebesar 15,93 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum 11,55 persen dan jasa lainnya sebesar 8,90 persen. ”Sektor Industri pengolahan, perdagangan dan pertambangan juga tumbuh kuat,” tuturnya.  

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten dan terjaga telah memberikan dampak positif pada penciptaan lapangan kerja. Di mana pada Februari 2023 tercipta lapangan kerja bagi 3,02 juta orang. Penciptaan lapangan kerja ini, tutur Edy, menambah angkatan kerja sebanyak 2,61 juta orang, dan menurunkan jumlah pengangguran terbuka sebanyak 0,41 juta orang atau 5,45 persen. 

Baca juga : Tumbuh 5,03 Persen, Ekonomi RI Tetap Kuat

Edy menilai, meski penciptaaan lapangan kerja tumbuh positif, namun pemerintah masih harus bekerja keras untuk meningkatkan penciptaan lapangan kerja yang layak, khususnya di sektor formal. Sebab, sampai saat ini angkatan kerja didominasi pekerja informal. Di mana per Februari 2023 mencapai 60,12 persen. 

“Pertumbuhan ekonomi diharapkan menciptakan lapangan kerja yang layak bagi angkatan kerja. Untuk itu, pertumbuhan ekonomi yang dijaga bukan hanya levelnya, tapi juga kualitasnya,” tegasnya. 

Pada kesempatan itu, Edy juga menyampaikan, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, pemerintah akan terus mewaspadai meningkatnya konsumsi pada kuartal-kuartal berikutnya. Mengingat dorongan konsumsi seputar Lebaran sudah terjadi di kuartal satu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.