Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Tinggal Finalisasi, Para Wamen Bakal Segera Dilantik
Kamis, 24 Oktober 2019 18:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengungkapkan, formasi wakil menteri (wamen) di Kabinet Indonesia Maju sudah rampung. Seperti halnya jabatan menteri, posisi wamen akan diisi kalangan politikus dan profesional.
"Mengenai wamen jadi, sebetulnya sudah selesai. Ada yang dari partai ada juga yang dari profesional. Yang kita harapkan betul-betul membantu menterinya," ungkap Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (24/10).
Baca juga : Pengamat: Kinerja Amran Bakal Sulit Disaingi
Jokowi memaparkan, ada kementerian yang membutuhkan wamen lebih dari satu. Sebab, yang harus diawasi dan dikontrol cukup banyak. Dia mencontohkan, Kementerian BUMN yang kini dipimpin Erick Thohir. Menurutnya, butuh tiga Wamen untuk membantu Erick.
"Itu diperlukan. Kita tahu jumlah BUMN ada 140-an. Mengelola perusahaan sebanyak itu, perlu pengawasan, perlu dikontrol, perlu cek. Kalau itu diperlukan, ya nggak apa-apa," tutur Jokowi.
Baca juga : Nerazzurri Buru Serepnya Sanchez
Saat ditanya jumlah wamen yang akan bertugas, Jokowi menyatakan belum menghitung. Finalisasinya akan dilakukan malam ini. Dan selekasnya, para wamen ini akan dilantik.
"Kita harapkan, hari ini sudah final semuanya, dan segera dilantik. Jumlahnya, waduh belum hitung. Finalisasinya malam ini," tandasnya. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya