Dark/Light Mode

Gelar Pasar RHL, KLHK Hadirkan Aneka Hasil Panen Petani

Senin, 18 Maret 2024 21:39 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya didampingi Dirjen PDASRH KLHK Dyah Murtiningsih (kebaya merah) dalam acara Pasar RHL, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. (Foto: KLHK)
Menteri LHK Siti Nurbaya didampingi Dirjen PDASRH KLHK Dyah Murtiningsih (kebaya merah) dalam acara Pasar RHL, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. (Foto: KLHK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam upaya mendukung keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH)-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menggelar Pasar RHL di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat.

Pasar RHL dimulai sejak hari ini, Senin (18/3/2024) hingga besok, Selasa (19/3/2024).

Salah satu selasar gedung diubah menjadi pasar tradisional yang menjual aneka hasil panen dari kegiatan RHL.

Di pasar tersebut, produk yang dijual berasal dari berbagai kelompok masyarakat yang terlibat dalam kegiatan RHL di sejumlah wilayah Indonesia.

Berbagai buah-buahan hingga hasil hutan lainnya dari wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Jawa Bali dan Nusa Tenggara ada di sana.

Kopi, Petai, Alpukat, Jambu Mete, Kemiri, Minyak Kayu Putih, Madu, serta berbagai rempah-rempahan lain dijajakan dengan harga yang terjangkau.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya pada saat pembukaan Pasar RHL mengungkapkan, berbagai buah dan hasil panen lainnya yang hadir di Pasar RHL merupakan bukti bahwa menanam pohon memiliki banyak manfaat, baik untuk lingkungan maupun perekonomian masyarakat.

Baca juga : Sampaikan Pesan Presiden, Menko Hadi: Jangan Ada Karhutla Saat Ramadan Dan Lebaran

“Yang perlu dipahami oleh masyarakat, bahwa menanam pohon itu bukan hanya disuruh menanam saja, tapi ambil hasilnya juga. Ini keren banget,” kata Siti, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2024).

Siti mengatakan, salah satu pencapaian utama dari program ini adalah peningkatan tutupan lahan secara signifikan.

Dalam kurun waktu 2015-2023, KLHK melalui Ditjen PDASRH telah berhasil merehabilitasi lahan seluas 1,9 juta hektar.

Melalui usaha bersama dan komitmen semua pihak untuk memulihkan ekosistem yang terganggu ini, telah menambah tutupan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi area yang lebih produktif secara ekologi, ekonomi dan sosial.

"Terima kasih atas inovasi seperti ini. Inilah yang saya bilang inovasi sosial untuk masyarakat. Banyak hasil-hasil nyata. Ke depan, kita semakin optimistis dan harus dilanjutkan dengan baik semua kreasi-kreasi seperti ini,” tuturnya. 

Salah satu strategi sukses yang diterapkan dalam program ini adalah skema agroforestry.

Skema agroforestry memberikan peluang bagi mereka untuk menanam berbagai jenis tanaman produktif yang dapat memberikan hasil panen secara berkelanjutan.

Baca juga : Seleksi Piala AFC U-20, Indra Sjafri Panggil 37 Pemain

Dengan adanya skema agroforestry, masyarakat tidak hanya menikmati hasil panen yang dapat dijual untuk mendapatkan tambahan pendapatan, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan.

Model ini menciptakan hubungan simbiosis antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan pelestarian hutan, sehingga tercipta kesinambungan yang berdampak positif dalam jangka panjang.

Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal PDASRH KLHK Dyah Murtiningsih mengungkapkan, Pasar RHL merupakan ajang bagi KLHK untuk menginformasikan kepada publik tentang hasil hutan dan lahan.

“Saya kira masyarakat di seluruh Indonesia sangat tertarik, ini jadi gerakan masyarakat untuk gemar menanam. Di lokasi-lokasi terbuka, silakan menanam, kami siapkan bibitnya. Kita punya persemaian di seluruh Indonesia yang bisa diakses oleh semua masyarakat. Ini kampanye bagi masyarakat untuk selalu aware dengan lingkungannya dan memulihkan lingkungan,” ujar Dyah.

Pada saat Pasar RHL sendiri, Dyah mengaku, saat ini memang terdapat beberapa daerah yang belum terlibat karena kendala jarak dan musim panen yang berbeda-beda.

Namun ke depan, ia mengatakan, sesuai dengan arahan Menteri LHK, Pasar RHL akan diadakan minimal dua bulan sekali.

“Jadi hasil RHL ini kita tunjukkan kepada publik bahwa kita bersungguh-sungguh melakukan pemulihan lingkungan, baik hutan maupun lahan. Selain lingkungan pulih, masyarakat tentu akan sejahtera,” ucapnya.

Baca juga : OJK Gelar Gebyar Ramadan Genjot Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Dari beragam komoditas dipamerkan, salah satunya berasal dari Kebun Bibit Rakyat (KBR) di wilayah BPDAS Pemali Jratun, yang telah menghasilkan buah dan kayu.

Salah satu lokasi KBR yang telah memberikan manfaat tersebut berada di lahan Perhutanan Sosial Desa Sukobubuk, Kecamatan Mangorejo, Kabupaten Pati-Jawa Tengah.

Lokasi ini masuk DAS Juana, salah satu DAS yang dipulihkan dan berada pada pengunungan Patiayam.

Di sini dipamerkan beraneka hasil panen, mulai dari petai, buah lemon, sirup dan dodol mangrove, minyak kayu putih.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.