Dark/Light Mode

Hadapi Industri 4.0

Menristek Janji Fasilitasi Mahasiswa Riset Teknologi

Senin, 4 November 2019 21:32 WIB
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro saat menjadi Keynote Speaker pada acara “The 17th Economix: Global Economic Challenges International Seminar” di Auditorium Soeria Atmadja FEB UI, Depok, Senin (4/11). (Foto: Humas Kemenristek/BRIN)
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro saat menjadi Keynote Speaker pada acara “The 17th Economix: Global Economic Challenges International Seminar” di Auditorium Soeria Atmadja FEB UI, Depok, Senin (4/11). (Foto: Humas Kemenristek/BRIN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro berjanji akan terus memfasilitasi mahasiswa dalam pengembangan teknologi. Para mahasiswa pun dimintanya tidak pernah lelah untuk berinovasi.

"Tapi kuncinya, Anda jangan hanya meletakkan usaha pada pertumbuhan produktivitas. Tapi juga berfikir bagaimana produktivitas itu merata, dan bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia," kata Bambang di hadapan ratusan mahasiswa saat menjadi pembicara utama pada kuliah umum bertopik Inequality in The Modern Era: An Unresolved Question (Kesenjangan di Era Modern: Pertanyaan Belum Terjawab) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Depok pada Senin (4/11).

Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia itu menjelaskan, dukungan dan dorongan ini merupakan salah satu bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), seiring pesatnya perkembangan zaman. Tujuannya agar dari peningkatan tersebut dapat menghasilkan teknologi yang sesuai kebutuhan masyarakat global.

Baca juga : SYL Beri Perhatian Khusus ke Riset dan Teknologi Pertanian

"Saya juga yakin, semua orang memiliki kemampuan untuk meningkatkan produktivitas sesuai kapasitasnya masing-masing. Kita ini negara besar. Kita tak boleh kalah bersaing dengan negara lain," ujarnya.

Bambang mengungkapkan, peningkatan kualitas SDM ini juga merupakan langkah konkret untuk mengatasi masalah kesenjangan. Karena itu, dia kembali mengingatkan seluruh mahasiswa yang hadir untuk tidak menolak perkembangan teknologi. Generasi muda, menurut dia, justru harus berani membuka diri untuk mempelajari perkembangan teknologi di dunia lapangan kerja.

"Kita harus akui saat ini perkembangan teknologi sudah sangat pesat. Jadi pastikan Anda tidak meninggalkan perkembangan teknologi. Jangan gampang menyerah. Teruslah memperkaya diri dengan ilmu agar bisa beradaptasi dengan perkembangan pesat teknologi, dan pastikan penggunaan teknologi secara bijak agar tidak akan merusak kesetaraan di Indonesia," pintanya.

Baca juga : Kemenperin Bangun Pusat Inovasi Digital

Bambang mengingatkan, pentingnya generasi muda melakukan terobosan dalam menciptakan teknologi karena pesatnya perkembangan teknologi saat ini bisa berdampak pada berkurangnya lapangan pekerjaan, dan kesenjangan ekonomi di masa mendatang. Karena itu, tantangan tersebut harus diantisipasi sedini mungkin dengan meningkatkan kompetensi, dan mempelajari berbagai macam teknologi baru yang diterapkan oleh Industri 4.0.

"Jangan lihat perkembangan teknologi yang terjadi saat ini hanya sebuah masalah. Tetapi jadikan ini kesempatan bagi kita untuk beradaptasi dan mendapatkan keuntungan. Karena kalau kita tidak bisa beradaptasi, bangsa ini akan jadi bangsa yang tertinggal," ujarnya. [DNU]

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.