Dark/Light Mode

Cegah Kepunahan Bahasa Daerah, Kemendikbudristek Gelar FTBIN 2024

Rabu, 1 Mei 2024 20:53 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), melalui Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra menyelenggarakan kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN), yang digelar pada 1-5 Mei 2024.

Kepala Badan Bahasa Kemendikbudristek E. Aminudin Aziz mengatakan, FTBIN merupakan bagian dari kegiatan diseminasi pelindungan bahasa.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi media untuk menyosialisasikan kegiatan pelindungan bahasa daerah, yang dilaksanakan oleh Badan Bahasa dan Pemerintah Daerah, terutama revitalisasi bahasa daerah.

"Ini adalah tahun kedua pelaksanaan FTBIN di Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati tiap tanggal 2 Mei," kata Aminudin, di Jakarta, Rabu (1/5/2024).

Tahun ini, FTBIN kembali diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi atas semangat para generasi muda terbaik yang telah terpilih dalam FTBI dari 25 provinsi pada tahun 2023.

Adapun tema kegiatan FTBIN tahun 2024 ini adalah “Melestarikan Bahasa Daerah, Menjaga Kebinekaan Indonesia”.

Baca juga : Jadi Ketum CFCD Lagi, Thendri Langsung Fokus Gelar ICA Dan ISDA 2024

"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada para tunas bahasa ibu terpilih dari 25 provinsi atas semangatnya mempelajari bahasa daerah," ujarnya.

Selanjutnya, menumbuhkan rasa cinta para generasi muda terhadap bahasa daerahnya, dan meningkatkan kepedulian dan sikap positif masyarakat dalam berbahasa daerah.

Sebagai tahapan dari program RBD, FTBIN di tiap daerah merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan keragaman bahasa daerah.

Juga, menyebarluaskan semangat kecintaan dan ekspresi kebanggaan terhadap bahasa daerah, serta sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku RBD, khususnya generasi muda.

"FTBI di tingkat nasional (FTBIN) ini juga menjadi kegiatan untuk memperingati hari bahasa ibu internasional," terangnya.

FTBIN diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati tiap 2 Mei.

Baca juga : Kemendikbudristek Bahas Ferienjob, Pramuka, Dan Seleksi Guru ASN PPPK

Tahun ini, FTBIN kembali diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi atas semangat para generasi muda.

FTBIN juga merupakan bagian dari kegiatan diseminasi pelindungan bahasa yang diharapkan mampu menjadi media untuk menyosialisasikan kegiatan pelindungan bahasa daerah yang dilaksanakan oleh Badan Bahasa dan Pemerintah Daerah, terutama revitalisasi bahasa daerah (RBD).

Penyelenggaran kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada para tunas bahasa ibu terpilih dari 25 provinsi atas semangatnya mempelajari bahasa daerah.

Kemudian, menumbuhkan rasa cinta para generasi muda terhadap bahasa daerahnya. Serta, meningkatkan kepedulian dan sikap positif masyarakat dalam berbahasa daerah.

Sebagai tahapan dari program RBD, FTBI di tiap daerah merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan keragaman bahasa daerah.

Juga, menyebarluaskan semangat kecintaan dan ekspresi kebanggaan terhadap bahasa daerah, serta sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku RBD, khususnya generasi muda.

Baca juga : Cegah Penyebaran DBD, Kawani Bogor Gelar Aksi Sosial di Beberapa Wilayah

Selain itu, penguatan untuk mempromosikan keragaman bahasa daerah sebagai representasi upaya RBD, perlu secara eksplisit dituangkan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam suatu forum koordinasi.

Karena itu, Badan Bahasa Kemendikbudristek, melalui Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra juga menyelenggarakan rapat koordinasi dengan kepala daerah dari 38 provinsi dan perwakilan bupati/wali kota dari 38 provinsi tersebut yang melaksanakan RBD pada 2024.

Rapat koordinasi ini dilatarbelakangi oleh upaya untuk menguatkan sinergi, kolaborasi, dan koordinasi dalam pelestarian bahasa daerah di seluruh Indonesia.

Sementara itu, hasil yang diharapkan dari kegiatan rapat koordinasi adalah terbangun kesadaran dan pemahaman pemerintah daerah tentang isu kepunahan bahasa serta terumuskannya strategi dan tindakan bersama untuk pelestarian bahasa daerah.

Selain itu, rapat koordinasi juga diharapkan dapat menghasilkan suatu komitmen yang memberi penguatan dan meningkatkan partisipasi aktif dari para kepala daerah dalam pelestarian bahasa daerah di wilayah masing-masing.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.