Dark/Light Mode

Teken MoU, Telin & BW Digital Percepat Konektivitas Di Wilayah Indonesia & Australia

Kamis, 16 Mei 2024 22:04 WIB
Chief Executive Officer Telin, Budi Satria Dharma Purba (kiri) dan Chief Executive Officer BW Digital, Ludovic Hutier usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan dan pembangunan bersama Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Hawaiki Nui 1 di Washington DC saat event International Telecoms Week 2024.
Chief Executive Officer Telin, Budi Satria Dharma Purba (kiri) dan Chief Executive Officer BW Digital, Ludovic Hutier usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan dan pembangunan bersama Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Hawaiki Nui 1 di Washington DC saat event International Telecoms Week 2024.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) berkolaborasi dengan BW Digital untuk pengembangan dan pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Hawaiki Nui 1. 

Penandatanganan kerja sama dilakukan di Washington DC saat event International Telecoms Week 2024.  

Chief Executive Officer Telin, Budi Satria Dharma Purba mengatakan, kerja sama anak perusahaan Telkom Indonesia ini bertujuan untuk membangun ekosistem digital kelas dunia di Nongsa Digital Park di Batam, Indonesia.  Ekosistem digital ini berpusat pada data center 80 MW yang melayani bisnis, pemerintah, dan komunitas di seluruh negara. 

Baca juga : Susun Standar Material Konstruktif, Komunitas SBCC Studi Banding ke Australia

“Hawaiki Nui 1 merupakan tahap pertama dari program pengembangan SKKL BW Digital. Dengan kapasitas desain lebih dari 240 Tbps, kabel ini akan menghubungkan Australia, Indonesia, dan Singapura, termasuk cabang opsional ke Kepulauan Solomon, Papua Nugini, dan Timor Leste,” katanya dalam keterangannya, Kamis (16/5).

Selain itu, lanjut Budi Hawaiki Nui 1 akan menjadi rute baru yang lebih efisien di timur laut Australia melalui Selat Torres. Hawaiki akan menyediakan konektivitas, keragaman, dan keamanan yang lebih andal antara Australia-Asia dan Asia Tenggara.  

Sistem ini juga akan menyediakan tautan kabel langsung pertama antara Sydney dan Darwin, serta dari Darwin ke Singapura, dengan cabang ke Jakarta dan Batam.

Baca juga : Wamen ATR Ingin Setiap Wilayah Punya Roadmap Penyelesaian Reforma Agraria

“Telin dan BW Digital akan bekerja sama untuk mengembangkan, mengadakan, dan membangun Hawaiki Nui 1, yang diperkirakan akan beroperasi (Ready For Services) pada tahun 2027 mendatang. Telin juga akan bertindak sebagai pihak pendaratan Indonesia untuk kabel tersebut,”  katanya.

Ia mengungkapkan, dalam lanskap digital saat ini, kawasan Asia Pasifik muncul sebagai pusat pertumbuhan lalu lintas telekomunikasi data center. Dalam lima tahun ke depan, terdapat pertumbuhan yang sehat dalam Kapasitas data center di Singapura, Australia, Malaysia, dan Indonesia. 

“Melalui kemitraan dan sebagai bagian dari keseluruhan 7 sistem kabel bawah laut ICE, kami akan menjembatani kesenjangan konektivitas antar data center di negara-negara ini dan membentuk masa depan Lanskap Bawah Laut Asia Pasifik,” tuturnya.

Baca juga : KPTIK Dukung Pendirian Warung NKRI Digital di Berbagai Wilayah Indonesia

Chief Executive Officer BW Digital, Ludovic Hutier menambahkan, Hawaiki Nui 1 akan mendukung pengembangan ekosistem digital di Nongsa Digital Park yang terletak di Batam, Indonesia. Bersama dengan kabel Hawaiki yang sudah ada dan menghubungkan Sydney, Auckland, dan Pantai Barat AS sejak 2018, Hawaiki Nui 1 menawarkan konektivitas terbaik kepada pelanggan yang beroperasi di kawasan Asia-Pasifik.

“BW Digital menyambut baik dapat membentuk aliansi strategis dengan Telin untuk membangun kabel bawah laut Hawaiki Nui 1 dan melayani kebutuhan kapasitas yang terus meningkat antara Australia, Indonesia, dan Singapura,” tutup  Ludovic Hutier.


 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.