Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan, Sri Mulyani, buka suara soal pelemahan rupiah. Kata dia, rontoknya rupiah berdampak pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
"Pengaruhnya pada belanja-belanja pemerintah yang memakai mata uang asing, seperti subsidi listrik, bahan bakar minyak (BBM), dan LPG," katanya saat jumpa pers di Jakarta, Senin (24/6/2024).
Baca juga : Rupiah Melemah Tipis Ke Level Rp 16.451
Sebagai informasi, dalam sepekan terakhir rupiah melemah ke posisi Rp 16.400 per dolar AS. Sedangkan APBN 2024, pemerintah mematok kurs rupiah pada Rp 15 ribu per dolar AS.
Menurut dia, selisih subsidi akibat pelemahan rupiah, akan ditagihkan Pertamina dan PLN kepada pemerintah. "Setiap kuartal kami meminta BPKP untuk mengaudit dan kami membayar sesuai kemampuan negara," ucapnya.
Baca juga : Rupiah Lemah, Pengusaha Ketar-ketir
Meski begitu, kata Sri Mul, depresiasi rupiah lebih rendah dibandingkan negara lain. "Ini disebabkan kebijakan fiskal kita cukup hati-hati dan prudent (bijaksana),” tukasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya