Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan, Sri Mulyani, buka suara soal pelemahan rupiah. Kata dia, rontoknya rupiah berdampak pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
"Pengaruhnya pada belanja-belanja pemerintah yang memakai mata uang asing, seperti subsidi listrik, bahan bakar minyak (BBM), dan LPG," katanya saat jumpa pers di Jakarta, Senin (24/6/2024).
Baca juga : Rupiah Melemah Tipis Ke Level Rp 16.451
Sebagai informasi, dalam sepekan terakhir rupiah melemah ke posisi Rp 16.400 per dolar AS. Sedangkan APBN 2024, pemerintah mematok kurs rupiah pada Rp 15 ribu per dolar AS.
Menurut dia, selisih subsidi akibat pelemahan rupiah, akan ditagihkan Pertamina dan PLN kepada pemerintah. "Setiap kuartal kami meminta BPKP untuk mengaudit dan kami membayar sesuai kemampuan negara," ucapnya.
Baca juga : Rupiah Lemah, Pengusaha Ketar-ketir
Meski begitu, kata Sri Mul, depresiasi rupiah lebih rendah dibandingkan negara lain. "Ini disebabkan kebijakan fiskal kita cukup hati-hati dan prudent (bijaksana),” tukasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya