Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Temui Menag, Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan
Kamis, 27 Juni 2024 14:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Kairo Prof. Dr. Muhammad Ad-Duwainy bertemu Menteri Agama RI H. Yaqut Cholil Qoumas, di Jakarta, Selasa (25/6/2024).
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Al Azhar.
Saat ini, sekitar 15 ribu mahasiswa Indonesia berada di Kairo menempuh studi di Universitas Al-Azhar.
Menurut Ad-Duwainy, mahasiswa Indonesia menempati urutan jumlah terbanyak di Al-Azhar.
Mereka dipandang mampu meraih prestasi yang bagus dan memiliki akhlak yang bagus.
Baca juga : Menlu Retno Bertemu Menlu Fajon, Bahas Penguatan Hubungan Bilateral RI-Slovenia
Selanjutnya, Ad-Duwainy yang didampingi Penasehat Grand Syaikh Al-Azhar urusan Mahasiswa Internasional Prof. Nahlah Al Soidy menggarisbawahi perlunya semua lembaga pendidikan di Indonesia untuk mengajukan muadalah (penyamaan) ke Al Azhar sebagai syarat utama dapat belajar di Al-Azhar.
Syaikh Ad-Duwainy menyampaikan, satu-satunya lembaga yang berhak dan telah disahkan oleh Majelis A'la Al-Azhar untuk mengadakan ujian masuk bagi calon mahasiswa yang akan ke Universitas Al-Azhar adalah Markaz Tatwir, yang berada langsung di bawah Masyikhotil Azhar yang dipimpin oleh Prof. Nahla.
Ad-Duwainy juga menambahkan, Markaz Tatwir akan bekerja sama dengan Kementerian Agama RI, KBRI Kairo, Kedutaan Besar Mesir di Jakarta dalam teknis pelaksanaan seleksi tersebut.
Dia juga meminta Kemenag untuk bekerja sama dengan Markaz Tatwir dalam pengembangan Bahasa Arab di Indonesia.
Prof. Nahlah menjelaskan, ke depan, semua hal-hal teknis terkait kompetensi akademis dan kompetensi Bahasa Arab yang harus dimiliki oleh calon mahasiswa akan dilakukan di Indonesia.
Baca juga : Putu BKSAP: Thailand Mau Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pendidikan dengan RI
Sehingga kelak saat ketibaan di Kairo dapat langsung masuk kuliah di Universitas Al-Azhar.
Nahla juga menegaskan kembali bahwa pondok-pondok pesantren yang sudah mendapatkan muadalah (penyamaan) dari Al-Azhar diharuskan mengajarkan manhaj Al-Azhar. Sehingga alumninya bisa langsung mendaftar di Universitas Al-Azhar.
Menteri Agama langsung merespons apa yang disampaikan oleh Syaikh Ad-Duwainy dan Prof Nahla.
Dia menyatakan akan segera akan mengirimkan delegasi Kemenag ke Kairo untuk membahas hal-hal teknis terkait proses pendaftaran calon mahasiswa ke Universitas Al-Azhar Kairo. Sekaligus, penguatan kerja sama pendidikan dan dakwah islamiyah.
Ad-Duwainy menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama RI, atas kerjasama dan peranannya dalam mewujudkan regulasi yang benar agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan banyak pihak.
Baca juga : Gandeng Al-Azhar Cairo Mesir, BSI Perkuat Ekosistem Islam Di Sektor Pendidikan
Al-Azhar berkomitmen mencetak generasi unggulan yang berwawasan moderat (wasatiyyat Islam), dan menjadi duta-duta Al-Azhar di seluruh penjuru dunia.
Al Azhar juga siap memberikan pelatihan imam dan dai bagi yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Menag Yaqut menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kemurahan hati Pimpinan Al Azhar kepada mahasiswa Indonesia yang mengenyam pendidikan di Al Azhar, termasuk pemberian sekitar 200 beasiswa khusus kepada mahasiswa Indonesia di Al Azhar.
Kemenag menyatakan siap bekerja sama dengan Al-Azhar dalam penguatan kerja sama pendidikan dan pelatihan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Duta Besar Mesir untuk Indonesia HE. Yasser El-Shemy, Direktur PTKI Kemenag dan Atdikbud, Pejabat Pensosbud, Protkons KBRI Kairo serta Pejabat Kemenlu RI.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya