Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gandeng Al-Azhar Cairo Mesir, BSI Perkuat Ekosistem Islam Di Sektor Pendidikan
Jumat, 21 Juni 2024 13:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kolaborasi strategis dengan Al-Azhar Cairo Mesir, terkait pengembangan ekosistem Islam di sektor pendidikan.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, seminar ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman bersama tentang pentingnya kolaborasi dalam ekosistem Islam.
Dengan menghadirkan pemikiran dari Vice Grand Sheikh of University Al Azhar Cairo Mesir Mohammed Abdel Rahman Al-Duweiny, BSI berharap dapat memperluas pemahaman tentang pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem Islam yang holistik dan tangguh.
“Harapannya melalui seminar ini dapat membangun jaringan dan komunitas kolaboratif antar berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem Islam termasuk sosial, ekonomi, pendidikan, dan budaya. Selain itu merumuskan kerangka kerja kolaboratif yang efektif untuk membangun ekosistem Islam yang kuat dan tangguh,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (21/6/2024).
Menurut Hery, BSI berkomitmen untuk berperan aktif dalam memajukan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
BSI, lanjut Hery, sangat sangat fokus dalam upayanya memajukan infrastruktur pendidikan di Indonesia.
Hal ini sebagai perwujudan pemenuhan salah satu amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Baca juga : Djohar Arifin Bongkar Borok Sektor Pendidikan
“Perhatian kami dalam dunia pendidikan sangat erat kaitannya dengan mutu/kualitas kolaborasi yang akan dibangun antar seluruh lapisan/elemen instansi maupun individual," ujarnya.
Secara khusus untuk memajukan Holistic Islamic Ecosystem yang sangat erat kaitannya dengan hal-hal yang selalu BSI lakukan kepada Nasabah dan Stakeholder BSI.
Hingga Mei 2024, BSI telah memberikan fasilitas pembiayaan pada sektor jasa pendidikan (baik pendidikan tinggi, dasar dan menengah) sebesar Rp 4,61 triliun, dengan porsi sekitar 1,87 persen dari total pembiayaan yang disalurkan.
Secara pertumbuhan angka tersebut meningkat 3,34 persen (year to date/ytd) sejak Desember 2023.
“Ini terus menjadi salah satu upaya kami dalam memajukan kehidupan bangsa melalui peningkatan infrastruktur pendidikan. Karena sama-sama kita ketahui bahwa pendidikan adalah hal yang krusial dalam meningkatkan SDM Indonesia, menjadi SDM yang handal dan berkualitas,” tegasnya.
Mohammed Abdel Rahman Al-Duweiny yang merupakan Vice Grand Sheikh of University Al Azhar, bertanggung jawab atas urusan agama dan pendidikan di Mesir, mirip dengan peran Menteri Koordinator di Indonesia, dan mewakili Grand Sheikh dalam urusan Universitas Al Azhar dan Sekolah Al Azhar.
"Kami sangat beruntung bisa mendapatkan pandangan dan pengetahuan dari beliau dalam seminar ini," ujar Hery.
Baca juga : Tersengat Panas, 33 Petugas Pemilu Di Uttar Pradesh, India Meninggal
Rahman Al-Duweiny menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem Islam yang holistik.
Menurutnya standar syariah tidak hanya terbatas pada apa yang halal dan haram dalam Islam saja.
Lebih dari itu, standar ini mencakup pemenuhan persyaratan keamanan pangan dan semua yang berbahaya bagi kesehatan manusia, termasuk dalam proses produksi, penyimpanan, dan distribusi hingga ke konsumen.
“Diperlukan adanya sinergi antara standar syariah dan teknis untuk menunjukkan bahwa syariah mencakup segalanya dan sekaligus mengangkat pentingnya standar teknis ilmiah,” katanya.
Dirinya juga menyampaikan bila industri halal sebagai pasar yang menjanjikan dapat berkontribusi secara signifikan dalam mencapai keberlanjutan ekonomi.
Apalagi keberlanjutan ekonomi sejalan dengan standar dan industri halal, yaitu untuk mencapai pembangunan ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan secara bijaksana yang ada saat ini, tanpa mengurangi hak generasi mendatang dalam Pembangunan.
Artinya, ajaran Islam menghindarkan masyarakat dari banyak masalah, karena nilai-nilai dan etika Islam adalah jaminan nyata untuk membangun Masyarakat yang stabil secara ekonomi, maju dalam peradaban, dan berintegritas moral.
Baca juga : PLN Gandeng Kominfo Perkuat Literasi Digital
Rahman Al-Duweiny mengatakan, di tengah kondisi dunia saat ini yang mengalami banyak tantangan ekonomi yang mempengaruhi stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat, industri halal dapat memainkan peran penting dalam mengatasi masalah-masalah ini dengan beberapa cara.
Di antaranya, mendorong investasi berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas produk dengan ketat, apalagi produk-produk yang dihasilkan oleh industri halal memiliki kualitas yang lebih baik, lebih aman, dan lebih sehat bagi konsumen.
Hal ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar bagi produk halal.
Selanjutnya adalah meningkatkan keadilan ekonomi, dengan mengikuti prinsip-prinsip syariah, industri halal memastikan bahwa transaksi ekonomi dilakukan secara adil dan transparan, yang akan mengurangi ketidaksetaraan dan meningkatkan keadilan sosial. Terakhir adalah mendorong inovasi.
"Industri halal dapat mendorong inovasi dalam berbagai bidang, termasuk teknologi, kesehatan, dan pendidikan, yang akan membantu menciptakan solusi baru untuk tantangan ekonomi dan sosial,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya