Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sekolah Lapang Kearifan Lokal Tahun Ini Digelar Di NTT,
Sabtu, 29 Juni 2024 00:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sekolah Lapang Kearifan Lokal (SLKL) tahun ini kembali digelar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program ini digagas oleh Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikudristek dan sudah berjalan sejak tahun 2021.
Berbeda dari tahun sebelumnya, SLKL tahun ini difokuskan pada penguatan kedaulatan dan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal di pulau-pulau kecil wilayah NTT.
Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Sjamsul Hadi berharap, program SLKL dapat menjadi motor penggerak dari gerakan kedaulatan pangan nasional.
Dia menyatakan, kearifan lokal masyarakat adat merupakan benteng kedaulatan pangan yang berkaitan dengan pelestarian alam.
Baca juga : BPJamsostek Mampang Berikan Perlindungan Bagi Para Peserta O2SN
Kemudian, membangun keterikatan dengan alam melalui berbagai ritual, serta pelestarian beragam obyek pemajuan kebudayaan lainnya.
“Hal ini akan kita angkat menjadi model kedaulatan pangan bagi daerah lain di Indonesia,” tuturnya.
Sjamsul menambahkan, SLKL bertujuan untuk membangun pengelolaan pengetahuan tentang budaya, keragaman dan ketahanan pangan sebagai pembelajaran bersama masyarakat adat untuk mengurangi ketergantungan pada pangan non-lokal.
Kemudian, merekam proses belajar bersama masyarakat adat tentang pentingnya upaya pemajuan budaya, khususnya yang terkait sumber pangan lokal di wilayah NTT.
Serta, mendorong gerakan kebudayaan melalui partisipasi anak-anak muda dalam mendorong kedaulatan pangan.
Baca juga : Jepang Beri Bantuan Mobil Dan Alat Medis Buat PMI NTT
SLKL tahun ini melibatkan sebanyak 65 orang Pandu Budaya yang terpilih dari 13 pulau di tiga Kabupaten di NTT.
Yaitu. Flores Timur ( Pulau Adonara, Pulau Solor dan Larantuka), Kab. Alor (Alor, Pulau Pantar, dan Pulau Pura.
Lalu, Pulau Ternate dan Pulau Buaya) dan Kab. Sikka (Pulau Kojadoi, Pulau Parumaan, Pulau Pemana, Sikka daratan, dan Pulau Palue.
Para Pandu Budaya diberikan pembekalan dan pelatihan oleh fasilitator serta kurator SLKL terkait dengan temu kenali Objek Pemajuan
Kebudayaan terkait sistem pangan, teknik wawancara, teknik dokumentasi dan penulisan serta komunikasi publik.
Baca juga : Sah, Pesepakbola Jangkung Asal Belanda Ini Jadi WNI
Para Pandu Budaya melakukan proses temu kenali Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) terkait pengetahuan dan potensi keragaman pangan lokal yang ada di kampung adatnya masing-masing selama satu bulan mulai dari bulan Juni hingga Juli 2024.
Proses temu kenali ini dilakukan melalui wawancara kepada para empu budaya (tetua adat) serta mempelajari berbagai proses pengolahan pangan tradisional dari Ina (perempuan) yang selama ini berperan sebagai penjaga pengetahuan pangan lokal paling utama. Pandu Budaya juga mendokumentasikan keseluruhan proses temu kenali dan menyusun narasi atau catatan dalam bentuk tulisan, foto, dan video (audio visual). Ursula Mesi Koten, salah satu Pandu Budaya yang berasal dari Desa Lamanabi, Flores Timur menuturkan bahwa melalui program SLKL bisa lebih dekat dan tahu tentang kebudayaan yang ada di kampungnya.
“Apalagi menyangkut pangan lokal, setelah ditelusuri ternyata enak-enak semua.
Dka berharap program ini dapat terus berlanjut agar generasi berikutnya juga sadar akan budaya,.
“Kita ini kaya akan keragaman hayati, kaya akan sumber-sumber pangan lokal yang juga bergizi. Semoga apa yang kami hasilkan melalui kegiatan ini nanti dapat ditindaklanjuti dengan berbagai inovasi sehingga pangan lokal kembali digemari, khususnya oleh generasi muda,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya