Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Alhamdulillah, Sistem Layanan Imigrasi Sudah Pulih 100 Persen
Minggu, 30 Juni 2024 10:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM memastikan, sistem layanan Imigrasi yang mencakup perlintasan, visa, izin tinggal dan paspor telah beroperasi normal sejak Jumat (28/6/2024).
Sistem perlintasan sudah pulih dan beroperasi dengan baik sejak Sabtu (22/6/2024) malam.
Sementara autogate, aplikasi visa dan izin tinggal sudah normal pada Minggu (23/6/2024).
Aplikasi M-Paspor dan Cekal Online beroperasi kembali pada Minggu (23/6/2024), dan sistem penerbitan paspor pulih sepenuhnya hari ini.
“Sejak gangguan di Pusat Data Nasional (PDN) Kementerian Kominfo terjadi pada Kamis pekan lalu, kami melakukan langkah-langkah penanganan. Kami mengeluarkan kebijakan yang responsif dan adaptif untuk menangani dampak serangan siber tersebut,” kata Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim, Jumat (28/6/2024).
Silmy menjelaskan, penanganan paling awal dilakukan pada sistem perlintasan di tempat perlintasan imigrasi (TPI) bandara dan pelabuhan, yaitu dengan penggunaan pemeriksaan secara manual dan terdokumentasi.
Baca juga : Kominfo: Sistem Autogate Dan Counter Petugas Imigrasi Sudah Berfungsi
Meski proses masuk-keluar Bandara terganggu kendala kesisteman, Imigrasi tetap memiliki record perlintasan.
“Pengambilan keputusan pemindahan data Center dilakukan, setelah 12 jam sejak gangguan teknis di pusat data nasional (PDN) Kementerian Kominfo terjadi. Kami mengamati perkembangan recovery PDN yang tidak menunjukan hal positif di hari pertama gangguan," papar Silmy.
Untuk menangani kendala sistem, Tim IT Ditjen Imigrasi memastikan status database Imigrasi di PDN. Selanjutnya, tim menyusun Application Recovery Plan, membentuk Satgas Pemulihan Layanan Imigrasi dan melakukan inventarisasi kebutuhan teknis.
Mulai Kamis (20/6/2024) sore, Tim IT Ditjen Imigrasi memindahkan dan mengintegrasikan data back up Imigrasi ke data center baru.
Jumat (21/6/2024), pemulihan sistem menunjukkan tanda-tanda positif. Pemulihan layanan Imigrasi dilakukan secara bertahap. Mulai dari Cekal Online, Interpol, Aplikasi Perlintasan Keimigrasian dan Autogate.
Setelah stabil, pemulihan dilanjutkan ke Layanan Visa, Izin Tinggal dan Layanan Paspor.
Baca juga : Tangani Kendala Sistem Perlintasan Bandara Soetta, Imigrasi Tambah Personel
Progress pemulihan sistem menunjukkan hasil yang signifikan sejak hari Kamis (27/6/2024). Total 60 persen dari seluruh titik layanan keimigrasian di Indonesia dan luar negeri sudah pulih.
Jumat (28/6/2024), sistem pulih 100 persen.
“Tim IT Ditjen Imigrasi bekerja 24 jam untuk mengurai kendala sistem layanan Imigrasi. Ketika kita mendapat info sistem aplikasi berangsur pulih, petugas di bagian visa dan paspor masuk kerja pada hari libur (Sabtu-Minggu). Supaya proses penerbitan visa dan paspor yang sempat terhambat, bisa dilayani,” beber Silmy.
Saat gangguan PDN terjadi, Kantor Imigrasi se-Indonesia tetap melayani permohonan paspor seperti biasa. Namun, penerbitan paspor membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya.
Sebanyak 60 ribu paspor yang penerbitannya terhambat pada tiga hari gangguan PDN, kini sudah mulai ter-cover.
Pemohon yang sudah melakukan wawancara dan foto pada akhir pekan lalu, diprioritaskan untuk dapat mengambil paspornya pada pekan ini.
Baca juga : Alhamdulillah! Cuaca Jakarta Hari Ini Sabtu 22 Juni Cerah, Tak Perlu Risau Hujan
Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian yang terdampak oleh serangan siber pada PDN mengakomodasi 431 titik layanan imigrasi di unit pelaksana teknis, perlintasan, dan kantor wilayah di seluruh Indonesia serta perwakilan RI di luar negeri.
Sistem ini juga terintegrasi dengan 22 kementerian/lembaga terkait.
"Atas kejadian ini, ada hikmah yang kami dapat. Kami lebih bisa memahami dampak nyata dari serangan siber dan cara penanggulangannya. Dibutuhkan keputusan yang cepat dalam menghadapi gangguan kesisteman akibat serangan siber," tutur Silmy.
"Kita tentu akan menyiapkan langkah-langkah penanganan yang lebih baik,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya