Dark/Light Mode

Mentan Amran Perintahkan Irjen Laporkan Calo Proyek Ke Aparat Penegak Hukum

Sabtu, 7 September 2024 16:11 WIB
Foto: Randy Tri Kurniawan/RM.
Foto: Randy Tri Kurniawan/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejak dilantik Presiden Jokowi pada November 2023, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tancap gas memimpin Kementan yang tengah dilanda badai eksternal, yakni El Nino, yang mengganggu produksi padi.

Juga, Badai El Nino internal alias kasus hukum yang sedang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam rangka bersih-bersih di Kementan, Andi Amran mengingatkan kepada seluruh pejabat dan jajaran pegawai di lingkungan Kementan untuk tidak melakukan perbuatan tercela, seperti korupsi.

Dalam pengadaan barang dan jasa, Mentan mengancam jika ada yang terbukti main-main akan langsung dicopot dan dilaporkan ke aparat penegak hukum.

“Hari ini saya memerintahkan kepada Inspektur Jenderal (Irjen) untuk melaporkan ke aparat penegak hukum terkait pengaduan yang saya terima, bahwa ada orang (calo/broker) yang menjanjikan kepada calon penyedia untuk memperoleh pengadaan di Kementan harus menyetor 15-20 persen dari nilai kontrak,” papar Mentan Amran.

Baca juga : BNI Lebarkan Sayap Ke Negeri Kanguru

Sebelumnya Inspektorat Jenderal telah memeriksa pihak-pihak yang terkait pengaduan dan hasil pemeriksaan diduga kuat ada unsur pidana umum dan pidana khusus.

“Saya telah memerintahkan Irjen untuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait pengaduan masyarakat yang saya terima sebelum dilaporkan kepada aparat penegak hukum,” jelasnya.

Inspektur Jenderal Kementan, Setyo Budi menambahkan, dalam penegakan integritas dan pemberantasan korupsi di lingkungan Kementan, perlu upaya penindakan untuk memberikan efek jera.

“Melaporkan calo pengadaan di lingkungan Kementan kepada aparat penegak hukum merupakan bagian penindakan dengan harapan memberikan shock therapy (efek jera) kepada yang lain. Kita perlu mengembalikan kepercayaan publik pasca “badai” kasus hukum di KPK,” ungkap Setyo Budi.

Jenderal Polisi bintang tiga yang pernah menduduki jabatan di KPK itu mempunyai komitmen yang sama dengan Mentan dalam pemberantasan korupsi.

Baca juga : Menteri AHY Bahas Persiapan Transisi Pemerintahan Dari Jokowi Ke Prabowo Di IKN

“Awal saya dilantik, saya diberi amanah oleh Bapak Mentan untuk bersih-bersih Kementan dari pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan untuk kepentingan pribadi atau golongan (korupsi) yang pada akhirnya merugikan petani dan mengganggu pencapaian swasembada pangan,” tegas Setyo Budi.

Pada periode jabatan 2014-2019, Andi Amran Sulaiman konsisten dan tegas menindak pejabat yang terindikasi korupsi dan sebagai hasilnya Indonesia mampu mencapai tiga kali swasembada pangan strategis pada tahun 2017, 2019 dan 2020.

Mentan Amran pernah memproses demosi dan mutasi lebih dari 1.500 pegawai Kementan yang bermasalah dan mempolisikan 700 mafia pangan.

Dia sukses membersihkan internal Kementan dari korupsi dan menjaga integritas pejabat dari perilaku korupsi.

Dalam catatan Kementan, pernah dalam satu hari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot lima pejabat direktorat jenderal, mulai dari dirjen dan empat direktur, yang dilakukan sebelum KPK menetapkan mereka sebagai tersangka kasus korupsi.

Baca juga : Singo Edan Siap Pertahankan Gelar Piala Presiden

Pernah pula terjadi seorang staf Kementan meminta fee ratusan juta rupiah pada pengusaha atas nama Mentan.

Saat Mentan Andi Amran mengetahui hal tersebut, yang bersangkutan langsung dipecat hari itu juga.

Sebagai informasi, Mentan menerima laporan pengaduan masyarakat yang mengadukan bahwa masih ada orang-orang yang meminta fee untuk dapat di klik dalam pengadaan alat dan mesin pertanian melalui e-katalog.

Orang tersebut mengaku mempunyai kedekatan dengan salah satu pejabat di Kementan dan telah menerima sejumlah uang persekot fee.

Permasalahan tersebut telah dilaporkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.