Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
GPFI Dukung Kebijakan BPOM Wujudkan Obat Murah Berkualitas Global
Jumat, 4 Oktober 2024 11:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GPFI) mendukung kebijakan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar dalam mewujudkan obat murah berkualitas global dari Indonesia.
Sekretaris Jenderal GPFI Andreas Bayu Aji mengatakan tekad Kepala BPOM untuk memperkuat kemandirian kesehatan nasional dengan menjamin ketersediaan obat dan vitamin di seluruh Indonesia melalui pelaku industri kesehatan dan farmasi, merupakan langkah yang sangat baik untuk menghadirkan obat murah berkualitas global dari produk dalam negeri.
Dia pun memberikan apresiasi kepada BPOM yang menggandeng para pelaku usaha yang tergabung dalam GP Farmasi dalam mendorong semua pihak untuk menyediakan obat murah bagi masyarakat Indonesia.
"Dengan melibatkan 160 pabrik farmasi yang memproduksi kurang lebih, 2.000 jenis zat obat dan kekuatan saluran distribusi anggota, kami optimistis dapat berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan obat-obatan impor," yakin Andreas dalam acara 'Intensifikasi Asistensi Regulatori Obat Tingkatkan Kemandirian dan Akses Obat Aman, Bermutu dan Berkhasiat' di Kota Medan, Kamis (3/10/2024).
Baca juga : Poshana Dukung Kemasan UMKM Indonesia Menuju Pasar Global
Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan, saat ini sudah banyak sekali obat-obat yang sebetulnya sudah menjadi obat baru, produk inovasi.
Misalnya produk biologi yang sudah disahkan di banyak negara belahan Eropa dan Amerika.
Hanya saja, produk obat-obatan tersebut selama bertahun-tahun belum sampai masuk ke Indonesia. Sehingga menyebabkan obat semakin mahal.
"Nah ternyata ada aspek dalam jangkauan tersebut yang perlu di-trick secara spesifik dengan dukungan GPFI dalam rangka mempercepat keinginan itu," tutur Taruna.
Baca juga : UNAS Siapkan Lulusan yang Mampu Beradaptasi dan Berinovasi
Apalagi arahan Presiden Jokowi, lanjut dia, dalam berbagai kesempatan, sudah seringkali mengingatkan pentingnya inovasi. Salah satunya inovasi obat-obat produk biologi, misalnya terapi genetik.
"Dan itu obat, makanan, minuman, dan sebagainya juga kan perlu dikembangkan lebih jauh. Karena kita lihat makanan-makanan produk yang hasil inovasi banyak sekali. Nah, juga kita harus jaga bagaimana produk dalam negeri dan sebagainya lebih murah dari luar negeri dan BPOM berdiri bersama dengan GP Farmasi Indonesia wujudkan obat murah dan berkualitas," ujar Taruna.
Direktur Konsil Kedoktren Dunia (IAMRA) ini mengatakan, BPOM melaksanakan kegiatan intensifikasi asistensi regulatori obat dalam rangka meningkatkan kemandirian dan akses obat bermutu, aman dan berkhasiat.
"Kemandirian dan akses obat adalah sinergi yang harus kita upayakan bersama," sambung Taruna.
Baca juga : Dukung Kreasi Dan Edukasi Anak, Kiztopia Buka Gerai Pertama di Indonesia
Secara khusus, Taruna mengingatkan kembali arahan Presiden Joko Widodo ketika memberikan arahan kepada BPOM agar mendukung kemandirian penyediaan obat dan mempermudah akses obat di dalam negeri sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.
"Hal ini dilakukan melalui upaya untuk menurunkan harga, mendorong inovasi, mempercepat proses perizinan, meningkatkan kerja sama lintas sektor, dan membangun reputasi global di bidang regulatori obat pungkas," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya