Dark/Light Mode

Sesjen Kemendikbudristek Ingatkan Pentingnya Peningkatan Mutu Pendidikan

Jumat, 11 Oktober 2024 13:27 WIB
Foto: Kemendikbudristek.
Foto: Kemendikbudristek.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal (Sesjen), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti menyatakan, tantangan utama dalam pembangunan pendidikan adalah peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan di Indonesia.

“Pemerintah telah melakukan berbagai upaya, seperti menerbitkan kebijakan yang mendukung pendidikan berkualitas, memperbaiki infrastruktur sekolah, serta meningkatkan kompetensi guru, dosen, dan tenaga kependidikan,” tutur Suharti, di sela-sela acara pelantikan pejabat di lingkungan Kemendikbudristek, di Jakarta, Kamis (10/10/2024).

Adapun pejabat Kemendikbudristek yang dilantik tersebut yaitu, I Ketut Sudarsana sebagai Rektor Universitas Udayana Periode Tahun 2024-2028; dan Jamal sebagai Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang.

Kemudian, Khairul Munadi sebagai Direktur Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Laksmi Dewi sebagai Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan; sejumlah pejabat administrator dan pengawas; serta pejabat fungsional.

Kepada para pimpinan perguruan tinggi yang dilantik, Suharti menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi sangat bergantung pada pengembangan budaya dan kualitas akademik, terutama melalui penerapan nilai-nilai integritas akademik.

“Pimpinan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memastikan kejujuran, kepercayaan, keadilan, kehormatan, tanggung jawab, dan keteguhan hati dijaga dalam seluruh kegiatan di lingkungan civitas academica perguruan tinggi negeri yang dipimpin,” tegasnya.

Baca juga : Di Depan REI, Hashim Djojohadikusumo Jelaskan Pentingnya Kementerian Perumahan

Berikutnya, kepada Direktur Kelembagaan dan Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Suharti berpesan untuk mengutamakan integritas dan profesionalisme dalam merumuskan kebijakan dan mengambil keputusan.

Memastikan setiap izin yang diberikan serta inovasi yang dilakukan selalu sejalan dengan kepentingan publik.

Kemudian, mendukung upaya penyempurnaan kurikulum agar lebih adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Dengan demikian, kita dapat bersama-sama menciptakan pendidikan yang lebih unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.

Selanjutnya, kepada pejabat Administrator, Pengawas, serta pejabat fungsional Perencana dan Pengembang Penilaian, Suharti menekankan untuk mampu memaksimalkan kompetensi yang dimiliki demi memperkuat kinerja organisasi.

“Setiap jabatan tidak hanya memiliki tanggung jawab penting, tetapi juga memainkan peran strategis dalam mempercepat pencapaian target organisasi,” ucapnya.

Baca juga : Pelatihan Kepemimpinan Kepala Sekolah untuk Pencapaian SDGs Pilar Pendidikan

Dia diharapkan menjadi penghubung yang efektif antara kebijakan strategis dan pelaksanaan di lapangan, sehingga keputusan-keputusan organisasi dapat diimplementasikan secara optimal dan tepat sasaran.

“Kompetensi dan profesionalisme Saudara adalah kunci dalam menjaga kualitas kinerja dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan,” lanjut Suharti.

Secara khusus pada kesempatan ini, Suharti yang mewakili Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengucapkan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang Periode Tahun 2022-2026, Ilyas Mansur, pada 28 September 2024.

“Kami sangat berharap prestasi, cita-cita, dan upaya baik yang dilakukan oleh Almarhum dapat dilanjutkan oleh seluruh civitas academica Politeknik Negeri Ujung Pandang,” harapnya.

Oleh untuk itu khusus kepada Jamal, Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang yang dilantik, Suharti berpesan untuk dapat melaksanakan persiapan proses pemilihan Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang paling lama satu tahun ke depan bersama Senat.

Suharti jug berharap, pejabat yang dilantik tidak hanya menjadi pejabat yang dihormati karena kewenangan jabatan, tetapi juga menjadi pemimpin yang diikuti karena keteladanan dan kepemimpinan.

Baca juga : Budaya Betawi Masuk Kurikulum Pendidikan

Dengan demikian, tambah Suharti, kebijakan yang diambil dapat dipahami dan diikuti oleh para pegawai di satuan kerja masing-masing, dengan kesadaran penuh bahwa tanggung jawab tersebut adalah tugas bersama yang harus dijalankan secara kolaboratif.

“Tugas mungkin akan berubah seiring waktu, namun pastikan di mana pun Ibu dan Bapak ditugaskan, pekerjaan tersebut dilakukan dengan dedikasi dan integritas yang tinggi,” pesannya.

“Akhir kata, semoga kita semua diberi kekuatan untuk menjalankan amanah memimpin pembangunan di bidang pendidikan dan kebudayaan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutup Suharti.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.