Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Final FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
- Hasil Investigasi Imipas: 13 Bangunan Lapas Cibinong Dibangun Napi Sejak 2023
- Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat sebagai ASN, Apa Dasar Hukumnya?
- Wisnu Hani Putranto Dipecat Sebagai ASN, Buntut Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
- Polisi Kawal Ketat Final Indonesia Vs Thailand di GBK, Kerahkan 10.121 Personel
Soal Pencopotan Dirut Garuda Yang Selundupkan Onderdil Harley
Luhut: Menteri BUMN Sudah Sangat Tepat
Kamis, 5 Desember 2019 21:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendukung langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mencopot Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra.
Menurutnya, langkah ini bagus dilakukan sebagai upaya penertiban maskapai penerbangan pelat merah itu. Penertiban dinilai perlu dalam merespon dugaan penyelundupan sepeda motor Harley Davidson, dan sejumlah barang lainnya menggunakan pesawat baru Garuda Indonesia, beberapa waktu lalu.
Baca juga : Ini Dua Surat Yang Dipake Menteri BUMN
"Menteri BUMN sudah sangat tepat. Saya mendukung upayanya menertibkan aparat yang menyalahgunakan jabatan, dan melanggar sumpah jabatannya," ujar Luhut dalam keterangan tertulisnya kepada RMco.id, Kamis (5/12).
Meski begitu, Luhut mengaku akan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Karena, sebelumnya Luhut mendapat informasi bahwa pemerintah masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan Bea Cukai, terhadap komponen sepeda motor dan sepeda mewah yang dibawa melalui pesawat jenis Airbus tersebut.
Baca juga : Erick Thohir Kecewa Berat, Direksi Garuda Terlibat Kolektif
"Jika ini benar dan dibiarkan saja, maka itu bisa mencederai upaya kita yang sedang mempromosikan iklim investasi yang baik dan transparan di Indonesia," tandas Luhut. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya