Dark/Light Mode

Impor Turun 8 Persen, Zulhas Buka Suara

Sabtu, 19 Oktober 2024 10:29 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/3/2024). (Foto: Tedy Kroen/RM)
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/3/2024). (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan mengatakan, impor Indonesia pada September 2024 mengalami penurunan signifikan.

Impor tercatat sebesar 18,82 miliar dolar AS, turun 8,91 persen dibandingkan Agustus 2024. Ia menjelaskan, penurunan ini dipengaruhi oleh melemahnya Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia yang berada di zona kontraktif pada angka 49,2.

“Penurunan impor ini tak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi global dan domestik. PMI Indonesia yang terkontraksi pada September menjadi salah satu indikasi bahwa aktivitas produksi di dalam negeri belum sepenuhnya pulih. Saat PMI berada di bawah 50, artinya ada tekanan di sektor manufaktur yang mempengaruhi permintaan impor,” ungkap Zulhas dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (19/10/2024).

Baca juga : Kader Terbaik Perindo Mulai Mundur Teratur

Zulkifli menambahkan, pelemahan impor pada bulan tersebut terjadi baik di sektor nonmigas maupun migas. “Sektor nonmigas turun sebesar 9,55 persen, sedangkan sektor migas mengalami penurunan sebesar 4,53 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Ini menunjukkan adanya pengurangan kebutuhan bahan baku dan energi di dalam negeri,” katanya.

Menurut Zulhas, penurunan impor bahan baku dan penolong menjadi yang paling tajam, yakni sebesar 9,69 persen. “Ini penting untuk diperhatikan karena bahan baku dan penolong sangat berperan dalam proses produksi. Ketika impor bahan baku turun, artinya ada tekanan pada industri kita, dan ini mempengaruhi seluruh rantai pasokan,” jelasnya.

Selain itu, impor barang modal juga turun sebesar 7,15 persen, sementara impor barang konsumsi menurun 6,37 persen. “Kondisi ini menggambarkan bahwa investasi di sektor produksi dan daya beli masyarakat juga cenderung melambat,” tambah Zulhas.

Baca juga : Ekonomi Tumbuh 8 Persen, Rosan Beberin Strateginya

Secara kumulatif, impor Indonesia dari Januari hingga September 2024 mencapai 170,87 miliar dolar AS, naik 3,86 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. “Meskipun terjadi penurunan bulan ke bulan, secara tahunan impor kita masih mencatat pertumbuhan, khususnya dari sektor nonmigas yang naik 3,87 persen dan sektor migas yang naik 3,80 persen,” ujar Zulhas.

Ia juga menyoroti produk impor nonmigas yang mengalami kontraksi paling besar pada September 2024. Beberapa produk impor yang mengalami penurunan tajam antara lain bahan bakar mineral yang turun hingga 43,98 persen, logam mulia dan perhiasan turun 23,10 persen, serta bahan kimia organik turun 22,77 persen.

“Ini adalah sektor-sektor yang sebelumnya menjadi andalan, tetapi saat ini menurun tajam,” ujarnya.

Baca juga : Tunjangan Perumahan Vs Tapera

Dari sisi negara asal impor, Zulhas menjelaskan, China, Jepang, dan Amerika Serikat tetap menjadi negara dengan kontribusi terbesar, mencakup 49,35 persen dari total impor nonmigas Indonesia pada September 2024. Namun, beberapa negara asal impor mengalami penurunan cukup signifikan. 

“Swedia, Ukraina, dan Rusia adalah beberapa negara yang mencatat penurunan impor terbesar pada September. Swedia turun hingga 51,57 persen, diikuti Ukraina 40,09 persen, dan Rusia 36,57 persen,” jelas Zulhas.

Dia menegaskan, pentingnya menjaga kestabilan sektor manufaktur di tengah tantangan ekonomi global. “Pemerintah akan terus memonitor kondisi ini dan memastikan kebijakan perdagangan yang mendukung pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.