Dark/Light Mode

Cek Ketersedian Pupuk di Kios dan Petani, Zulhas Sidak ke Lampung

Senin, 11 November 2024 12:58 WIB
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah). (Foto: Istimewa)
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan distribusi pupuk subsidi lancar hingga ke tingkat kios dan petani. Hal tersebut diungkapkan dalam kunjungan dan diskusi langsung dengan petani, kios, dan distributor pupuk di Lampung Selatan, Minggu (10/11/2024).

Kepada beberapa petani, pria yang akrab disapa Zulhas ini bertanya langsung perihal ketersediaan pupuk subsidi di tingkat kios resmi, terutama mengingat masa-masa penting jelang musim tanam.

Agus Triyono, petani dari Desa Muara Putih yang juga Ketua Kelompok Tani (Poktan) dan Gapoktan membeberkan kondisi pupuk yang diterimanya pada tahun ini. “Alhamdulilah, kuota pupuk dibandingkan dengan 2023, luar biasa benar. Sehingga, kami di Muara Putih tidak merasa kekurangan pupuk," ucapnya.

Baca juga : Resmi, Presiden Prabowo Hapus Utang Macet Petani, Nelayan & UMKM

Hal yang sama juga diungkapkan Mariyanto dari Kios Makmur, Desa Kalisari, Kecamatan Natar. “Kami sebagai kios merasa aman, tanpa ada tekanan dari mana pun. Di 2024 ini, petani sangat nyaman. Saat ini, pupuk sangat terjamin sampai ke petani,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Gusrizal, memastikan pupuk subsidi tersedia sebanyak 1,2 juta ton di seluruh Indonesia. “Sekitar 175 persen dari stok minimum yang diatur oleh Peraturan Menteri Perdagangan. Kami punya gudang lini 2 dan lini 3, jadi di setiap kabupaten kami memiliki gudang,” ujar Gusrizal.

Dalam kegiatan tersebut, Zulhas menekankan pentingnya ketersediaan pupuk subsidi dalam mempertahankan produktivitas pertanian, terutama di tengah tantangan perubahan iklim seperti kemarau panjang atau fenomena el nino.

Baca juga : Komitmen Arinal Tingkatkan Ekonomi Petani Dijempoli Tokoh Masyarakat Lampung

“Memang (terjadi) kemarau panjang, ada el nino. Artinya dengan tambahan pupuk, produksi (pertanian) kita tetap bertahan,” ujar Zulhas.

Pada 2024, Pemerintah menaikkan alokasi pupuk subsidi yang semulanya 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton. Kebijakan penebusan juga semakin dipermudah oleh Pemerintah. Proses penebusan cukup dilakukan dengan membawa KTP oleh para petani yang sudah terdaftar di e-RDKK Kementerian Pertanian.

Saat ini, Pemerintah juga tengah membuka pendaftaran penerima pupuk subsidi 2025 hingga 15 November 2024, memberi kesempatan bagi petani untuk mengajukan diri sebagai penerima.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.