Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menteri PPPA & Tanoto Foundation Dukung Pengembangan Holistik Anak Usia Dini
Rabu, 20 November 2024 15:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah tengah menyusun kebijakan pembangunan jangka menengah 2025-2029, dengan pengembangan anak usia dini sebagai salah satu prioritas utama.
Hal itu disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi dalam acara International Symposium Early Chilhood Education and Development (ECED) Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) di Jakarta, Rabu (20/11).
Menurutnya, pelaksanaan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) di Indonesia telah melalui perjalanan panjang. Program ini dimulai pada 2008 dengan diluncurkannya Strategi Nasional PAUD HI oleh Bappenas, yang kemudian diperkuat dengan terbitnya Perpres Nomor 60 Tahun 2013.
Pada 2019, penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) PAUD HI 2019-2024 menandai peralihan koordinasi program ini dari Bappenas ke Kemenko PMK. Saat ini, pemerintah bersama Kementerian/Lembaga (K/L) terkait tengah mempersiapkan draf RAN PAUD HI tahap kedua untuk periode 2025-2029 yang akan menjadi pedoman implementasi di tingkat pusat dan daerah.
Baca juga : PM Keir Starmer: Retorika Rusia Tak Akan Patahkan Dukungan Inggris Untuk Ukraina
"Kami berharap simposium ini dapat memberikan masukan RAN PAUD HI agar lebih baik lagi sesuai dengan standar internasional dan nasional,” ujar Menteri PPPA.
Menteri PPPA mengatakan, berbagai riset ilmu syaraf dan perilaku menunjukkan bahwa intervensi pada anak usia dini dapat memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan produktivitas sumber daya manusia.
Oleh karena itu, PAUD HI dianggap sebagai investasi strategis untuk masa depan bangsa. Kemenko PMK berperan penting dalam mengoordinasikan layanan lintas sektor yang terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan anak usia dini secara holistik.
Kerangka kerja global dari WHO, UNICEF, dan World Bank yang diluncurkan pada 2018 menjadi panduan bagi Indonesia untuk memperkuat implementasi PAUD HI. Kerangka ini mencakup lima aksi strategis, yaitu kesehatan, gizi, pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan, yang menjadi fondasi utama pengembangan program layanan anak usia dini.
Baca juga : Menteri Riefky Ajak Santri Perangi Judol Dengan Konten Digital
“Dalam rentang usia PAUD HI, yang dimulai sejak 0-6 tahun, pemerintah memprioritaskan penguatan layanan berbasis keluarga untuk anak usia di bawah 4 tahun dan penguatan layanan pendidikan untuk anak usia 4-6 tahun. Komitmen pemerintah terhadap wajib belajar 13 tahun, termasuk satu tahun prasekolah, menjadi bagian integral dari peningkatan kualitas layanan PAUD HI,” kata Menteri PPPA.
Menteri PPPA juga menyampaikan apresiasi kepada Tanoto Foundation yang telah menginisiasi kegiatan ini, dan Kemenko PMK serta Bappenas yang mendukung pelaksanaan simposium ini.
Menurutnya, acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga internasional dalam mendukung pengembangan anak usia dini holistik interatif.
“Kami berharap simposium ini menghasilkan ide-ide dan strategi yang memperkuat layanan PAUD HI, baik secara nasional maupun internasional. Simposium ini diharapkan menjadi titik awal sinergi dan kolaborasi yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas layanan PAUD HI dan mewujudkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045,” pungkas Menteri PPPA.
Baca juga : Menertibkan Muatan Lebih Menunggu Ketegasan Presiden
Acara ini dihadiri oleh Ketua Country Head Tanoto Foundation, Inga Kusuma; Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK, Woro Srihastuti; Deputi Bidang Pembangunan Manusia Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Amich Alhumami; Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maria Endang Sumiwi; Perwakilan dari WHO Indonesia, Lubna Bhatti; akademisi, serta praktisi di bidang pendidikan anak usia dini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya