Dark/Light Mode

Perpusnas Susun Rencana Induk Pengarusutamaan Naskah Kuno Nusantara

Kamis, 5 Desember 2024 05:38 WIB
Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso (Foto: Dok. Perpusnas)
Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penetapan Rencana Induk Nasional (RIN) Pengarusutamaan Naskah Kuno Nusantara tahun 2025-2034 menjadi salah satu langkah yang dilakukan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menjelang akhir tahun 2024.

Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso menyebut, saat ini pihaknya menyimpan sekitar 9,2 persen koleksi naskah sedunia. Koleksi naskah Perpusnas saat ini sebanyak 13.318, sementara total koleksi naskah sedunia sebanyak 143.259.

Menurutnya, RIN Pengarusutamaan Naskah Kuno Nusantara ini menitikberatkan pada empat hal. Di antaranya menetapkan arah kebijakan, strategi dan fokus program, serta peta jalan pengarusutamaan Naskah Nusantara selama sepuluh tahun.

“Pengarusutamaan Naskah Kuno Nusantara tidak hanya bertujuan untuk melestarikan naskah sebagai artefak sejarah, tetapi juga untuk menghidupkan kembali kandungan nilai-nilai di dalamnya yang relevan dengan tantangan masa kini,” ucapnya, saat pembukaan Konsinyasi Penetapan RIN Revitalisasi Naskah Kuno Nusantara, di Jakarta, Rabu (4/12/2024).

Baca juga : Perpusnas Salurkan DAK Fisik Rp 10,65 M untuk Tingkatkan Literasi di Kudus

Joko menyebut, arah kebijakan dalam RIN Pengarusutamaan Naskah Kuno Nusantara menitikberatkan pada tiga hal, yakni intensifikasi gerakan Pengarusutamaan Naskah Kuno Nusantara, akselerasi Perlindungan dan Pelestarian Berkelanjutan, dan perluasan akses dan pendayagunaan yang luas dan inklusif. Ketiga arah kebijakan tersebut ditopang perkuatan SDM, infrastruktur, dan kemitraan.

Joko juga menegaskan, naskah kuno dapat dijadikan referensi dalam penyusunan kebijakan sosial, budaya, dan pendidikan yang lebih inklusif dan berdasarkan pada kearifan lokal. Pengarusutamaan Naskah Kuno Nusantara menjadi sebuah payung besar dalam proses pengelolaan naskah kuno Nusantara yang berkelanjutan.

Di acara yang sama, Profesor Filosofi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Oman Fathurrahman, menjelaskan bahwa Pengarusutamaan Naskah Kuno Nusantara merupakan strategi menjadikan Naskah Nusantara sebagai salah satu inspirasi utama dalam upaya memajukan kebudayaan menuju Indonesia Emas 2045.

Dia berharap, melalui upaya Pengarusutamaan Naskah Kuno Nusantara, tumbuh kesadaran akan kekayaan naskah kuno yang dimiliki Indonesia. Pemilik naskah akan sadar, naskahnya bukan hanya pusaka. Dukungan dari berbagai pihak juga akan muncul dalam pengelolaan naskah Nusantara.

Baca juga : SSKCKR Perpusnas: Karya Penulis, Warisan Bangsa

“Beberapa narasi strategis yang dapat dimunculkan dalam RIN Pengarusutamaan Naskah Kuno Nusantara yaitu keragaman naskah Nusantara sebagai pemersatu, naskah sebagai rujukan identitas dan jatidiri bangsa, naskah sebagai inspirasi pengetahuan dan kearifan lokal, kekuatan ekonomi kreatif, dan sebagai kekuatan diplomasi global,” usulnya.

Isu lain yang menjadi fokus dalam kegiatan ini yaitu terkait repatriasi naskah kuno milik Indonesia yang tersebar di berbagai negara lain di dunia. Anggota Komisi X DPR yang juga kurator, Bonnie Triyana, mengatakan banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam upaya repatriasi.

“Yang paling penting bukan hanya memulangkan naskah kunonya saja ke Indonesia, tapi juga membangun pengetahuan tentang pelestarian naskah yang akan dipulangkan ke Indonesia tersebut,” ucapnya.

Pengarusutamaan Naskah Kuno Nusantara menjadi salah satu program prioritas Perpusnas Tahun 2024, selain Standardisasi Perpustakaan dan Peningkatan Minat Baca dan Literasi. Konsinyasi Penetapan RIN Revitalisasi Naskah Kuno Nusantara menjadi kegiatan terakhir dalam proses penyusunan RIN Pengarusutamaan Naskah Kuno Nusantara.

Baca juga : Kisah Sukses Agen Mitra UMi BRI di Merauke, Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Sebelumnya, Perpusnas menggelar rapat konsultasi dengan para pemangku kebijakan baik dari internal maupun eksternal. Selain itu, dilakukan diskusi kelompok terpumpun di beberapa daerah di Indonesia khususnya Jakarta, Bandung, dan Surabaya untuk memastikan penyusunan RIN Pengarusutamaan Naskah Nusantara dilakukan secara terencana, inklusif, dan berbasis pada masukan dari berbagai pihak.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.