Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Peringatan Dari Mendes PDT
Awas, Jangan Ada Jual Beli Jabatan
Selasa, 10 Desember 2024 07:25 WIB
Sebelumnya
Menurut dia, birokrasi juga harus melakukan berbagai efisiensi dan meningkatkan efektivitas, karena kementerian merupakan pelayan rakyat.
“Istilah Bapak Presiden itu birokrasi. Pak Presiden menganggapnya jadi masalah, karena yang mudah dipersulit. Ada istilah kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah, dan itu biasanya menjadi di pemerintahan daerah. Ke depan, penyakit seperti itu, tidak boleh ada lagi,” tegasnya.
Di media sosial X, netizen juga menyoroti kasus jual beli jabatan di lingkuangan kementerian atau pada program-program kementerian.
Baca juga : Air Sering Mati Dan Kotor, Tagihan Bakal Melonjak
“Bagus pak, ASN memang harus ditegasin biar nggak ambil cara instan untuk promosi,” cuit akun @minilamps874.
“Tak dipungkiri, salah satu hal yang menyebalkan kita dalam pelayanan adalah banyak oknum ASN atau pejabat yang tidak kompeten. Ini jadi pertanyaan besar, proses rekrutmen atau promosinya itu seperti apa? Stop KKN, itu merugikan rakyat,” timpal akun @SPLisboa3932.
Akun @koreakoreaopppo mengusulkan solusi atas persoalan jual beli jabatan di lingkungan ASN.
Baca juga : Girona Vs Liverpool, Buru Rekor Sempurna
“Saran, pak agar ASN lapangan hingga pejabat eselonnya berkualitas dan fokus pada program, serta layanan, diadakan saja lelang jabatan seperti DKI di era kepemimpinan Ahok. Jadi, kita tahu mana yang punya kemampuan dan mana yang tidak,” usulnya.
Akun @rhmtlenteng berpendapat, seluruh pegawai dan pejabat di kementerian dievaluasi setiap 2 tahun, agar tidak ada jual beli jabatan.
“Kalau per tahun ada evaluasi kinerja, oknum yang jual beli jabatan pasti bingung, karena tidak bisa menjamin si pemahar dapat promosi. Bila kinerjanya biasa-biasa saja atau tidak mencapai target, harus diganti,” imbuhnya.
Baca juga : Pecco Iri Dengan Verstappen
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 10 Desember 2024 dengan judul Peringatan Dari Mendes PDT, Awas, Jangan Ada Jual Beli Jabatan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya