Dark/Light Mode

Program Strategis BNPT Selaras Dengan Asta Cita Presiden

Senin, 23 Desember 2024 17:08 WIB
Kepala BNPT Komjen Pol. Eddy Hartono saat memaparkan capaian kinerja BNPT tahun 2024 di Jakarta, Senin (23/12/12024). Foto: Istimewa
Kepala BNPT Komjen Pol. Eddy Hartono saat memaparkan capaian kinerja BNPT tahun 2024 di Jakarta, Senin (23/12/12024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepanjang tahun 2024, kinerja Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di bidang pencegahan paham radikalisme telah sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Kepala BNPT Komjen Pol. Eddy Hartono, menyebut, setidaknya ada dua poin yang serupa dalam Asta Cita. Yakni poin ke-1 yang menitikberatkan pada penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM.

Serta poin ke-8 yang berfokus pada penyelarasan kehidupan harmonis dengan lingkungan, alam, budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama.

"Kedua poin itu penting untuk menuju masyarakat yang adil dan makmur serta turut menjadi landasan utama BNPT membuat program," ujarnya saat memaparkan capaian kinerja BNPT tahun 2024 di Jakarta, Senin (23/12/12024).

Komjen Eddy menyampaikan, dalam rangka memetakan ancaman radikal terorisme di tahun 2024, pihaknya telah meluncurkan dua dokumen penting. Yakni I-KHub BNPT CT/VE Outlook yang membahas potensi penyalahgunaan ruang siber untuk aktivitas ekstremisme kekerasan mengarah pada terorisme dan Peta Jalan Komunikasi Strategis Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan (Komstra PE).

Baca juga : Strategi DPN Untuk Bangsa Dan Geopolitik Indonesia

Mantan Kepala Densus 88 ini mengatakan, kedua dokumen tersebut menyoroti berbagai penyebaran ancaman paham radikal yang terus berkembang di dunia maya. Sebab, berdasarkan hasil penelitiannya terungkap bahwa ruang siber kerap digunakan untuk menyebarkan propaganda.

"Termasuk melakukan perekrutan, pendanaan, perencanaan serangan, hingga peredaran bahan pelatihan terkait terorisme," sebutnya.

Sepanjang 2024, BNPT juga sudah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memblokir 180.954 konten bermuatan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).

Konten tersebut didominasi oleh propaganda jaringan teroris seperti Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Langkah pemblokiran ini menjadi bagian dari upaya preventif dalam mencegah radikalisasi dan penyebaran paham ekstremisme yang berbahaya bagi masyarakat Indonesia," ungkap Komjen Eddy.

Baca juga : BNI Perkuat Cadangan Antisipasi Risiko Kredit

Selain itu, implementasi Perpres Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE) berbasis kekerasan juga menjadi capaian penting BNPT.

Tercatat, hingga saat ini, sebanyak 132 dari 135 aksi atau sekitar 97,8 persen yang ditetapkan dalam RAN PE telah berhasil dilaksanakan. Adapun RAN PE melibatkan 48 kementerian/lembaga dan 64 organisasi masyarakat sipil (OMS) dalam upaya kolaboratif dengan mengedepankan prinsip penyelenggaraan Pemerintahan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan atau whole of government and whole of society.

"Beranjak dari catatan baik pelaksanaan RAN PE, BNPT saat ini tengah memproses Perpres RAN PE fase kedua 2025-2029 melalui mekanisme Progsun Perpres tahun 2025," sebut Komjen Eddy.

Jenderal Polisi bintang tiga ini juga menyampaikan bahwa program tersebut tidak hanya berada tingkat nasional, tapi juga diimplementasikan di daerah dengan adanya Rencana Aksi Daerah (RAD PE) di 8 provinsi dan 12 kabupaten/kota yang meliputi program-program unggulan.

Seperti Kampus Kebangsaan, Sekolah Damai, dan Desa Siapsiaga yang menjadi bukti nyata dari implementasi RAD PE.

Baca juga : Hibank dan Mitra Strategis Teken MOU Dorong Ekosistem Digital UMKM

"Program ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pencegahan ekstremisme dan radikalisme sejak dini," tandasnya.

Di akhir acara, Komjen Eddy menyampaikan BNPT berkomitmen untuk terus menjalin kerjasama dengan seluruh komponen bangsa dalam menjaga stabilitas dan kedamaian di Indonesia.

"Mari bersama-sama berkolaboratif dalam penanggulangan terorisme yang tercerahkan dalam keikhlasan menuju Indonesia Maju," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.