Dark/Light Mode

Inpres DTSEN Turun

Kemensos dan KPAI Sinkronisasikan Data untuk Perlindungan Anak

Selasa, 18 Februari 2025 15:34 WIB
Foto: Humas Kemensos.
Foto: Humas Kemensos.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan sinkronisasi data terkait perlindungan anak. Hal itu diawali dengan mengoordinasikan data yang dimiliki masing-masing instansi.

“Karena urusannya dengan KPAI tentu kita di antaranya mencocokkan data yang berkaitan dengan anak-anak rentan, anak-anak yang berhadapan dengan hukum, atau juga penyandang disabilitas, ya. Dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pengawasan yang dilakukan oleh KPAI," ujar Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (18/2/2025).

Gus Ipul, sapaan akrabnya menjelaskan, koordinasi ini perlu dilakukan seiring terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Baca juga : Pengentasan Kemiskinan dan Pendidikan Gratis Perlu Akses Transportasi

Data ini nantinya bakal menjadi acuan bagi seluruh kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan bagi masyarakat.

"Kita ingin melakukan koordinasi data, lebih-lebih setelah nanti DTSEN itu dijadikan sebagai pedoman bersama dalam melaksanakan tugas sesuai bidang masing-masing," tuturnya.

Gus Ipul mengungkapkan, berdasarkan laporan pengawasan yang diterima dari KPAI, salah satu hal yang disoroti mengenai perlindungan anak berkaitan dengan layanan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di daerah.

Baca juga : Kementerian PKP Siapkan Rp 255 M Untuk Permak Hunian Di Kawasan Pesisir

Dia memastikan, Kemensos bakal mempertajam kerja sama dengan KPAI dalam tingkat yang lebih konkret, agar pelayanan yang dilakukan LKS bisa dilakukan semaksimal mungkin.

"Bisa lebih baik dan bisa menjangkau lebih banyak lagi, tepat sasaran dan nanti hasilnya bisa diukur dengan baik," tuturnya.

Sementara itu, Ketua KPAI Ai Maryati Solihah mengatakan, pihaknya mendorong adanya sertifikasi dan standarisasi layanan LKS, sehingga pelayanan yang diberikan dapat lebih baik.

Baca juga : Peringati Bulan K3, BGR Logistik Maksimalkan Perlindungan Karyawan

"Kami mendukung penuh peningkatan kualitas itu," tegas Ai Maryati.

Selain itu, dia juga menekankan urgensi peningkatan terhadap seluruh sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur, baik terkait pengasuhan anak maupun rehabilitasi sosial korban. Menurut dia, dua indikator tersebut merupakan kunci perlindungan anak.

"Ujung tombak perlindungan anak adalah dari salah satunya adalah pekerja sosial, kemudian hadirnya rumah aman yang memiliki sertifikasi yang memberi perlindungan kepada anak serta pemulihannya," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.