Dark/Light Mode

AP2LN Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan Program Magang Ke Jepang

Senin, 9 Desember 2024 16:27 WIB
Ketua Umum AP2LN Firman Budiyanto (kanan) dan Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Tanaka Ittetsu seusai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Manhattan, Jakarta, Senin (9/12/2024). (Foto: Dok AP2LN)
Ketua Umum AP2LN Firman Budiyanto (kanan) dan Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Tanaka Ittetsu seusai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Manhattan, Jakarta, Senin (9/12/2024). (Foto: Dok AP2LN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Manhattan, Jakarta, Senin (9/12/2024).

Rakernas yang dihadiri Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Tanaka Ittetsu itu bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi antar anggota AP2LN.

Ketua Umum AP2LN Firman Budiyanto mengatakan, setiap tahun pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi putra putri Indonesia yang ingin magang di luar negeri, termasuk ke Jepang.

"Rakernas ini sebagai ajang silaturahmi untuk mempererat dan memperkuat solidaritas dan soliditas kita semua," kata Firman.

Baca juga : Dampingi Prabowo Terima Pengusaha Jepang, Anindya Yakin Tingkatkan Investasi dan Perdagangan

Menurut Firman, modal untuk magang di Jepang bukan cuma sekadar menguasai bahasa. Melainkan juga keterampilan untuk menguasai bidang yang akan ditekuni.

"Bahwa ke Jepang ini tidak cukup kemampuan bahasa melainkan juga keterampilan. Di mana, sekarang banyak sekali BLK (Balai Latihan Kerja) milik Pemerintah yang saat ini terbuka bagi kami untuk bisa berkolaborasi dalam hal menyiapkan sumber daya manusia untuk magang," ungkapnya.

Firman menambahkan sepanjang tahun 2024 AP2LN telah memberangkatkan 50.600 pemagang dari Indonesia. Jumlah ini, diakui Firman belum sepadan dengan keberadaan Sending Organization (SO/lembaga pengirim) di Indonesia yang mencapai 460.

"Jadi SO di Indonesia ada 460 sekian dan anggota kita hanya 196, tidak sampai 50 persennya. Namun, kami adalah pengirim dengan 75 persen pemagang ke Jepang. Artinya seluruh anggota AP2LN sebagai SO yang sangat aktif," ujarnya.

Baca juga : Presiden Prabowo Kenalkan Pengusaha Terkemuka Kalimantan Haji Isam ke Investor Jepang

Dia menjelaskan AP2LN mengirim pemagang dengan klasifikasi yang beragam. Ada yang di sektor kontruksi, perhotelan, manufaktur, pertanian, dan perawat orang jompo.

"Durasi kontraknya 90 persen 3 tahun dan selebihnya ada yang 1 tahun," sebut Firman.

Di kesempatan sama, Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Tanaka Ittetsu mengaku keberadaan pemagang Indoensia sangat membantu masyarakat Jepang. Terlebih, orang Indonesia dikenal sangat ramah.

"Perlu kita ketahui semua, kondisi SDM di Jepang semakin menurun dan umur rata-rata orang Jepang itu 50 tahun ke atas. Jadi, harapan kami besar terhadap pemagangan anak-anak muda Indonesia yang berkualitas dan bertalenta bisa magang ke Jepang. Kami harapkan juga setelah pulang pemagangan dari Jepang dapat membawa perbaikan untuk Indonesia," pungkas Tanaka.

Baca juga : Pemerintah Optimalkan Lahan Telantar Untuk Program 3 Juta Rumah Rakyat

Diketahui, selain perwakilan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Rakernas AP2LN juga dihadiri Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaa dan Kamar Dagang Dan Industri Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.