Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Eksplorasi 3 Industri Pertahanan Di Bandung
Deddy Corbuzier Akui Produk Anak Bangsa Sudah Mumpuni
Kamis, 27 Februari 2025 20:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menggelar Press Tour Eksplorasi Industri Pertahanan, Rabu (26/2/2025).
Sesuai dengan temanya, "Sinergi Kemenhan dan Media dalam Mendukung Kemandirian Industri Pertahanan Dalam Negeri", kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara Pemerintah, industri pertahanan dan media sebagai bagian dari implementasi Asta Cita di bidang ketahanan industri.
Rangkaian kegiatan ini mencakup kunjungan ke tiga perusahaan industri pertahanan yang ada di Kota Bandung, Jawa Barat.
Mulai dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI), PT Pindad, dan berakhir di PT LEN Industri.
Kegiatan ini turut dihadiri Staf Khusus (Stafsus) Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Sosial & Publik, Deddy Corbuzier dan Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang.
Saat di PTDI, rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, beserta jajaran direksi PTDI dan Direktur Utama PT Nusantara Turbin Propulsi (PT NTP), Tarmizi Kemal Fasya.
Baca juga : Inspirasi Industri Kreatif Nasabah PNM Mekaar Dari Limbah Daur Ulang
Delegasi berkesempatan mengunjungi berbagai fasilitas produksi dan hanggar PTDI, termasuk hanggar Final Assembly Line (FAL) dan hanggar N219.
Mereka meninjau CN235-220 Flying Test Bed (FTB), platform yang digunakan PTDI untuk uji coba berbagai pengembangan varian pesawat CN235, serta progress produksi pesawat NC212i untuk TNI AU.
Selain itu, delegasi juga melihat langsung pesawat N219, karya anak bangsa yang telah dipesan sebanyak 6 (enam) unit oleh Kemenhan untuk TNI AD.
Sebagai bagian dari kunjungan, Deddy Corbuzier turut merasakan pengalaman menerbangkan pesawat menggunakan N219 Cockpit Demonstrator.
Setelah kegiatan di PTDI selesai, rombongan pergi menuju PT Pindad. Di sana, para awak media mendapat penjelaskan soal produk-produk perusahaan.
Mulai dari varian senapan serbu terbaru SS3 M1, sampai kesiapan mereka memproduksi mobil Maung Garuda untuk kendaraan dinas menteri.
Baca juga : Ekspornya Capai Rp 135 T, Industri Pulp & Kertas Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi
“Produksi mobil Maung Garuda diharapkan bisa dimulai bulan depan. Spesifikasinya akan mirip dengan yang digunakan Pak Presiden dan Wakil Presiden, tapi ini versi tanpa armor. Harapannya akhir tahun ini sudah bisa didelivery,” kata Direktur Teknik dan Pengembangan Pindad, Prima Kharisma.
Di PT Len Industri, rombongan diajak meninjau fasilitas produksi sistem elektronika pertahanan.
Mulai dari teknologi pesawat tanpa awak, sistem integrasi informasi untuk keperluan pertahanan, panel surya yang mendukung kebutuhan energi terbarukan, sampai fasilitas pengembangan teknologi Internet of Things (IoT).
Deddy Corbuzier lantas menegaskan pentingnya menggunakan produk dalam negeri. Dia menilai, produk hasil karya anak bangsa sudah banyak yang mumpuni, sehingga sudah sepantasnya dipakai sendiri.
“Saya sudah melihat langsung bagaimana kemampuan industri pertahanan kita dalam menciptakan sebuah produk. Dan sebagai Stafsus Menhan, saya akan bekerja sama dengan media untuk menyebarkan hal-hal positif agar generasi muda bangga terhadap bangsanya sendiri,” katanya.
Pria bernama lengkap Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo itu juga tertarik untuk membeli mobil Maung MV3 hasil karya PT Pindad.
Baca juga : RI Ogah Buru-buru Akui Pemerintah Baru Suriah
"Saya beli pakai uang sendiri saja," pungkasnya.
Sementara itu, Karo Infohan Kemhan, Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang menjelaskan, Press Tour ini bertujuan agar para awak media mendapatkan gambaran terhadap kondisi industri pertahanan Indonesia saat ini.
Ia juga menyebutkan, Kementerian Pertahanan dan media bersinergi untuk memberikan informasi yang konstruktif serta menumbuhkan kebanggaan produk nasional.
“Tujuan kami melaksanakan Press Tour ini adalah sebagai tindak lanjut dari arahan Menhan untuk melakukan penataan dan penguatan manajemen informasi pertahanan," tuturnya.
Kemenhan akan selalu bersinergi untuk memberitakan yang konstruktif dan menumbuhkan kebanggaan produk nasional, karena sasarannya adalah mengekspos competitiveness, pride dan dignity melalui produk-produk anak bangsa.
"Harapannya semoga bangga dengan produk Indonesia bukan hanya sekedar jargon,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya