Dark/Light Mode

Eksklusif Dengan Menekraf Teuku Riefky Harsya

Ekonomi Kreatif, Mesin Baru Pertumbuhan Nasional

Jumat, 14 Maret 2025 08:15 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai, ekonomi kreatif berpotensi menjadi pilar utama perekonomian Indonesia. Ia mencontohkan bagaimana sektor ini telah menjadi tulang punggung di negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, China, dan Inggris. Bahkan, beberapa negara ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam, mulai menjadikannya sebagai motor pertumbuhan ekonomi mereka.

Sekjen Partai Demokrat ini juga mengungkapkan, ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam diplomasi internasional. Ia mencontohkan bagaimana Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat berhasil memanfaatkan industri hiburan dan budaya mereka untuk memperkuat Posisi di kancah global.

Menurut Teuku Riefky, salah satu fokus utama kebijakan di sektor ekonomi kreatif adalah menciptakan lapangan kerja berkualitas. Ia menilai, sektor ini telah mengalami perkembangan signifikan. Dia optimistis bahwa dengan pelatihan kerja yang berkelanjutan, hilirisasi, serta komersialisasi yang optimal, ekonomi kreatif dapat terus tum­buh dan berkontribusi lebih be­sar bagi perekonomian nasional.

Baca juga : APBN Tekor 31 Triliun, Penerimaan Anjlok

“Melalui strategi yang tepat dan dukungan kebijakan yang kuat, Indonesia berpotensi men­jadikan ekonomi kreatif sebagai The New Engine Of Growth, atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Teuku Riefky dalam wawancara khu­sus dengan Rakyat Merdeka di Menara Merdeka, Jakarta, Rabu (12/3/2025).

Dalam wawancara tersebut, Teuku Riefky didampingi Deputi I Barekraf, Cecep Rukendi. Sementara dari Rakyat Merdeka, hadir CEO Rakyat Merdeka Group, Kiki Iswara Darmayana; Direktur Pemberitaan, Ratna Susilowati, Pemimpin Redaksi, Riki Handayani; serta reporter Bambang Trismawan dan jurna­lis foto/video, Khairizal Anwar.

Berikut kutipan wawancara selengkapnya:

Baca juga : Diungkap Presiden, Ada Menteri Dan Wamen Belum Dapat Rumah Dinas

Bisa diceritakan latar be­lakang Kementerian Ekonomi Kreatif ini?

Walaupun nama Kementerian Ekonomi Kreatif baru terdengar belakangan, sebenarnya nomenklatur ekonomi kreatif dalam kementerian sudah ada sejak era Presiden Susilo Bambang Yudho­yono (SBY), tepatnya pada 2013. Dan, Ibu Mari Elka Pangestu yang menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Menariknya, saat itu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tidak dipimpin oleh orang dari latar belakang pariwisata atau seni, tetapi justru oleh seseorang dari bidang ekonomi. Ini menun­jukkan sejak awal, ekonomi kreatif dan pariwisata dilihat dari sudut pandang ekonomi. Bukan hanya sebagai sektor seni atau pariwisata semata. Pendekatannya harus holistik, berorientasi pada pengelolaan ekonomi secara menyeluruh.

Baca juga : Penunjukan Letkol Teddy Tidak Melanggar Aturan

Kemudian, saat pemerintahan Presiden Jokowi di periode per­tama, sempat dilakukan pemisah­an. Ada Kementerian Pariwisata yang dipimpin oleh Pak Arief Yahya, mantan Dirut Telkom, dan ada Badan Ekonomi Kreatif yang dipimpin oleh Pak Triawan Munaf. Waktu itu, kebetulan saya menjabat sebagai Ketua Komisi X DPR, yang menjadi mitra dari kedua lembaga ini. Kami melihat bahwa Badan Ekonomi Kreatif kurang kuat dalam menjalankan fungsinya. Karena itu, kami men­dorong pembentukan undang-undang untuk memperkuatnya.

Di periode berikutnya, Presiden Jokowi tampaknya melihat bahwa lebih efektif jika statusnya ditingkatkan menjadi kementerian, tetapi tetap meng­gabungkan kembali kedua sek­tor ini. Dan sekarang, untuk pertama kalinya, kementerian ini berdiri sendiri dengan status badan yang tetap diberikan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.