Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
HPSN 2025, Menteri Hanif Kampanyekan Peduli Sampah di Dunia Pendidikan
Sabtu, 15 Maret 2025 21:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Peringati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemediktisaintek), Fauzan dan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Atip Latipulhayat menyatakan komitmen untuk meningkatkan pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui program Asta Kampus dan Sekolah Aksi peduli sampah nasional, yang melibatkan universitas dan sekolah dari berbagai wilayah di Indonesia dalam gerakan nyata mengurangi dampak buruk sampah terhadap lingkungan.
Sebagai bagian utama dari peringatan HPSN 2025, program Asta Kampus dan Sekolah diikuti oleh 2.137 peserta yang dilaksanakan di delapan universitas di Indonesia, yaitu Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Syiah Kuala, Universitas Hasanuddin, Universitas Cenderawasih, Universitas Brawijaya, Universitas Pattimura, Universitas Udayana, dan Universitas Nusa Cendana.
"Selain itu, sebanyak 56 sekolah tingkat dasar dan menengah turut serta dalam gerakan ini, menandai komitmen nasional terhadap keberlanjutan lingkungan sejak usia dini," katanya.
Menteri Hanif menegaskan, bahwa Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 menjadi momen refleksi terhadap sistem pengelolaan sampah di Indonesia. Saat ini, Indonesia menghasilkan 56,63 juta ton sampah per tahun, di mana 60,99% di antaranya masih belum terkelola dengan baik.
Baca juga : HPSN 2025, Kementerian LH Perkuat Gerakan Sadar Lingkungan Di Kampus Dan Sekolah
Dari segi komposisi, sampah sisa makanan mendominasi dengan 39,87%, diikuti oleh sampah plastik (19,16%), kayu/ranting (11,83%), serta kertas/karton (10,83%). Mayoritas sampah ini berasal dari rumah tangga (50,78%), pasar (12,19%), kawasan perniagaan (14,77%), dan kawasan lainnya (8,14%).
Sampah plastik dan sisa makanan menjadi penyumbang terbesar, sehingga diperlukan peningkatan penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) untuk mengatasi permasalahan ini secara lebih efektif dan berkelanjutan.
“Sampah sejatinya akan selalu dihasilkan dalam proses kegiatan manusia, untuk itu sampah yang kita hasilkan merupakan tanggung jawab kita. Sudah seharusnya kita mulai kurangi dan kita kelola dari diri kita sendiri dan tidak terbuang ke Tempat Pemrosesan Akhir,” tegas Menteri Hanif.
Menteri Hanif mengapresiasi hadirnya dua mitra kementerian strategis, yaitu Kemendiktisaintek dan Kemendikdasmen. Keduanya menyakini dengan kolaborasi yang efektif dan sinergis dapat menyelesaikan masalah pengelolaan sampah.
Asta Kampus dan sekolah merupakan bentuk kolaborasi nyata dalam rangka untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih dari sampah. Aksi hari ini menjadi strategis untuk merubah wajah Indonesia dan membangun prilaku sadar sampah sejak di lingkungan pendidikan. Oleh sebab itu, sekolah-sekolah dan kampus-kampus dapat berperan serta secara aktif dalam mengelola sampah di sumber.
Baca juga : RAFI 2025, Menteri ESDM Cek Langsung Stok Dan Kualitas BBM Di Baubau
Sebagai bagian dari upaya strategis, KLH/BPLH dan Kemendiktisaintek meneken Nota Kesepahaman tentang Sinergisitas Tugas dan Fungsi di Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat peran institusi pendidikan dalam pengelolaan lingkungan dengan melakukan Sinkronisasi dan dukungan kebijakan serta program guna mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam kurikulum pendidikan, Pengembangan dan peningkatan kapasitas bagi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dalam edukasi dan praktik pengelolaan sampah, Peningkatan riset dan inovasi di bidang pengelolaan lingkungan untuk menciptakan solusi berbasis sains dan teknologi, Penyelenggaraan kegiatan bersama dalam pelindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di
institusi pendidikan, Pemanfaatan dan optimalisasi sarana dan prasarana pendidikan untuk mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan pertukaran dan pemanfaatan data serta informasi untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti dalam kebijakan lingkungan dan pendidikan.
Asta Kampus & Sekolah
Wakil Menteri Diktisaintek, Fauzan menegaskan, pentingnya perguruan tinggi sebagai motor penggerak perubahan perilaku terhadap pengelolaan sampah. Hal ini sejalan dengan semangat kampus transformatif, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencari solusi terhadap berbagai permasalahan sosial, termasuk isu lingkungan yang telah menjadi perhatian nasional sejak 1990-an.
"Namun, masih ada oknum yang tidak bertanggung jawab merusak lingkungan, sementara persoalan sampah terus muncul akibat kurangnya kesadaran dalam pengelolaannya. Oleh karena itu, diperlukan sinergi strategis dan kolaborasi futuristik antara kementerian, akademisi, serta masyarakat yang menerapkan sains dan ilmu pengetahuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan demi kesejahteraan Indonesia,” tegas Wamen Fauzan.
Baca juga : Antisipasi Macet, Kementerian PU Petakan Titik Rawan di Jalur Mudik Lebaran
Langkah utama dalam program ini meliputi, Edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah kepada siswa, mahasiswa, tenaga pengajar, dan civitas akademika, Pembangunan dan optimalisasi bank sampah di sekolah dan kampus untuk mendukung praktik ekonomi sirkular, Pelibatan aktif masyarakat akademik dalam aksi bersih lingkungan, kampanye minim sampah, serta pengelolaan sampah berbasis teknologi inovatif, dan Penguatan kebijakan internal kampus dan sekolah untuk mendukung pengurangan sampah
plastik dan penerapan konsep less waste event dalam kegiatan akademik.
Presiden Prabowo, dalam beberapa kesempatan, telah menekankan urgensi perbaikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari agenda nasional. Sebagai tindak lanjut, KLH/BPLH bersama kementerian terkait akan merevisi dan menyatukan beberapa Peraturan Presiden (Perpres) terkait pengelolaan sampah guna mempercepat implementasi solusi berbasis teknologi dan inovasi.
Dengan adanya kolaborasi ini, sekolah dan kampus di seluruh Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus mencetak generasi penerus yang lebih peduli terhadap lingkungan. Pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama menuju masa depan Indonesia yang lebih bersih dan lestari.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya