Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani membantah akan mundur dari kabinet. Sebaliknya, Airlangga dan Sri Mul justru sedang fokus-fokusnya mengawal perekonomian bangsa.
Dalam beberapa hari ini terakhir, beredar isu Airlangga dan Sri Mul akan mengundurkan diri. Bahkan, ada yang mengaitkan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa (18/3/2025), karena salah satunya dipicu oleh kabar Airlangga dan Sri Mul akan mundur.
Airlangga langsung membantah isu tersebut. "Saya tetap bekerja, fokus pada tugas, dan tidak ada rencana mundur," ujar Airlangga di Istana Negara, Selasa (18/3/2025).
Kehadiran Airlangga di Istana menghadiri panggilan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut, Airlangga melaporkan perkembangan ekonomi nasional dan membahas rencana terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Baca juga : Bantah Isu Mundur, Airlangga dan Sri Mulyani Pastikan Tetap Bekerja
Kata Airlangga, kondisi perekonomian Indonesia secara fundamental masih kuat dan baik. Airlangga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi secara spasial relatif baik, dengan inflasi yang tetap terkendali hingga Februari 2025. "Kami laporkan bahwa perekonomian Indonesia secara fundamental masih baik," katanya.
Dia mengatakan, inflasi inti (core inflation) tercatat sebesar 2,48 persen, indeks keyakinan konsumen PMI (Purchasing Managers' Index) pada Februari tercatat tinggi pada angka 53,6 poin, pertumbuhan kredit Januari sebesar 10,3 persen, dan cadangan devisa akhir Februari juga berada pada level tinggi.
Dia menyebutkan, beberapa sektor ekonomi juga menunjukkan pertumbuhan yang positif, antara lain sektor makanan dan minuman, logam dasar, tekstil dan pakaian jadi, serta mesin dan perlengkapan. Selain itu, neraca perdagangan Indonesia hingga Februari 2025 juga tercatat surplus sebesar 6,61 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor tertinggi mencapai 14 miliar dolar AS pada Februari 2025.
Airlangga mengatakan, bila dibandingkan negara-negara lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih kompetitif. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara-negara seperti Malaysia dan Chile. Ia bilang, inflasi Indonesia juga termasuk salah satu yang terendah di kawasan ASEAN.
Baca juga : Banjir Meluas, Gubernur Pram Tetapkan Jakarta Siaga 2
"Current account balance juga masih atau budget defisit juga masih kita jaga di tiga persen. Kemudian juga terkait dengan FDI (Foreign Direct Investment) dibandingkan persentase GDP juga relatif baik di sekitar 1,5 persen," katanya.
Di tempat terpisah, Menteri Keuangan Sri Mul juga membantah isu akan mundur dari kabinet. "Sampai sekarang saya masih tetap fokus menjalankan tugas negara dan kepercayaan Presiden untuk kelola APBN keuangan negara secara profesional," ucap Sri Mul dalam konferensi pers di Gedung Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (18/3/2025).
Bendahara negara itu menekankan tidak perlu ada yang dikhawatirkan soal kelanjutan posisinya sebagai menteri di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. "Ini untuk tegaskan terhadap berbagai rumor mengenai posisi Menteri Keuangan," tegas Sri Mul.
Bantahan serupa disampaikan pihak Istana. Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hariqo Satria Wibawa menyatakan kabar mundurnya Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan adalah hoaks.
Baca juga : Prabowo Minta Karyawan Sritex yang Kena PHK Bisa Kerja Lagi
“Kami ingin menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai kemunduran diri Sri Mulyani sebagai menteri keuangan adalah tidak benar, alias hoaks,” kata Hariqo seperti dilihat di akun Instagram PCO @jurubicarapco, Senin (17/3/2025).
Hariqo menyatakan, hingga saat ini tidak ada satu pun pernyataan resmi mengenai mundurnya Sri Mulyani. Hal ini menegaskan Sri Mulyani akan tetap membantu pemerintahan Prabowo.
“Ibu Sri Mulyani sampai saat ini masih bertugas dan menjalankan tanggung jawabnya sebagai Menteri Keuangan,” ucapnya.
Karena itu, Hariqo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. “Mari bijak bermedia sosial dan selalu saring sebelum sharing,” jelasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya