Dark/Light Mode

Bahlil Pede Harga Hidrogen Akan Semakin Terjangkau, Ini Alasannya

Selasa, 15 April 2025 23:14 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencoba mobil Toyota Crown hidrogen bersama Presdir Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto. (Foto: ist)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencoba mobil Toyota Crown hidrogen bersama Presdir Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa harga bahan bakar hidrogen akan menjadi lebih terjangkau seiring dengan meningkatnya penggunaan dan perkembangan teknologi. Menurutnya, hidrogen saat ini memang masih tergolong mahal, namun situasi itu akan berubah dalam waktu dekat.

“Hidrogen ini dulunya masih mahal, belum kompetitif secara harga, karena teknologinya juga baru berkembang,” ujar Bahlil di sela-sela acara Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2025 di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (15/4).

Baca juga : Garap Hidrogen, Toyota Singgung Soal Harga

Bahlil menceritakan pengalamannya mengunjungi sejumlah negara di Timur Tengah dan Eropa beberapa tahun lalu untuk meninjau penerapan teknologi hijau, termasuk hidrogen. Ia menilai bahwa biaya overhead penggunaan hidrogen semakin menurun seiring berjalannya waktu.

“Kalau dulu masih mahal, sekarang teknologinya makin berkembang dan tentu biaya produksinya makin efisien. Nantinya harga hidrogen pasti akan jauh lebih kompetitif,” tambahnya.

Baca juga : RI Kembangkan Hidrogen Untuk Transisi Energi, Ini Tantangannya

Senada dengan itu, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menilai bahwa kunci adopsi kendaraan hidrogen di Indonesia terletak pada harga bahan bakar yang bersaing. 

Indra Chandra Setiawan dari Divisi Engineering Management TMMIN mengatakan, harga ideal hidrogen agar bisa bersaing adalah sekitar Rp 80 ribu per kilogram. “Kalau bisa ditekan sampai Rp 80 ribu per kg atau bahkan lebih murah, konsumen akan lebih mudah beralih,” ujar Indra di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/4).

Baca juga : Bahagia Punya Lidah Terpanjang Di Dunia

Toyota mengklaim mobil hidrogen buatannya mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer hanya dengan satu kilogram hidrogen. Namun, tantangan terbesar datang dari perbandingan dengan bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, yang harganya jauh lebih rendah.

“Harga Pertalite sekarang sekitar Rp 10 ribu per liter, sedangkan Biosolar cuma Rp 6.800. Jadi kalau patokannya bahan bakar bersubsidi, tentu akan sulit membandingkan total cost of ownership (TCO) secara adil,” pungkas Indra.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.