Dark/Light Mode

Menekraf Dan Menkop Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Kreatif

Kamis, 17 April 2025 14:07 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Teuku Riefky Harsya bersama Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Budi Arie Setiadi. (Foto: dok Kemenekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Teuku Riefky Harsya bersama Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Budi Arie Setiadi. (Foto: dok Kemenekraf)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Teuku Riefky Harsya melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Budi Arie Setiadi di Kantor Kementerian Koperasi Rabu (16/4/2025).

Pertemuan ini membahas potensi kolaborasi lintas kementerian dalam rangka menciptakan lapangan kerja melalui pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis koperasi.

“Kami ingin mengakselerasi peran ekonomi kreatif sebagai new engine of growth dan memastikan sektor ini tidak tertinggal. Bappenas telah menetapkan target penciptaan 27 juta lapangan kerja dari sektor ekraf, dan untuk itu diperlukan kolaborasi lintas sektor,” ujar Riefky.

Baca juga : Pelita Air Dan Elnusa Kerja Sama Layanan Penerbangan Korporasi

Pertemuan ini juga menjadi bagian dari program prioritas pemerintah dalam mendukung ASTA EKRAF—kerangka strategis pengembangan ekonomi kreatif nasional yang fokus pada penciptaan lapangan kerja berkualitas. ASTA EKRAF memiliki delapan pilar utama, di antaranya: penguatan kekayaan intelektual (EKRAF KARYA), penguatan data statistik ekraf (EKRAF DATA), peningkatan akses pasar (EKRAF PASAR), kolaborasi hexalix (SINERGI EKRAF), peningkatan kapabilitas SDM (TALENTA EKRAF), pengembangan infrastruktur wilayah kreatif (INFRA EKRAF), akses pembiayaan (DANA EKRAF), serta kebijakan berbasis riset dan data (EKRAF BIJAK).

Dalam diskusi tersebut, kedua menteri juga membahas sejumlah inisiatif strategis, termasuk pendampingan pembentukan koperasi subsektor ekraf, fasilitasi pendanaan melalui skema Dana Bergulir LPDB, pengembangan infrastruktur ruang kreatif berbasis koperasi, serta pelatihan usaha di bidang manajemen, digital marketing, legalitas usaha (NIB, sertifikasi halal, HKI), hingga penyusunan proposal bisnis.

Riefky menekankan pentingnya peran koperasi sebagai agregator pembiayaan pelaku ekraf, khususnya melalui dukungan Dana Bergulir LPDB. Ia juga berharap kerja sama ini dapat memperluas promosi produk ekraf di pasar nasional dan internasional, termasuk melalui partisipasi aktif di pameran dan platform digital.

Baca juga : Pertemuan Prabowo Dan Megawati:Fondasi Persatuan Bangsa Di Tengah Geopolitik Global

Menkop Budi Arie Setiadi menyambut positif kolaborasi ini dan menegaskan bahwa koperasi memiliki peran penting sebagai pusat produksi dan distribusi terpadu, khususnya di subsektor fesyen, kriya, film, makanan, dan musik.

“Kami melihat koperasi sebagai bentuk kerja sama yang kuat. Setiap produk pasti melibatkan banyak orang, dan koperasi hadir untuk menyatukan kekuatan itu,” kata Budi.

Ia juga menambahkan rencana pengembangan skema koperasi perfilman untuk mendukung pertumbuhan industri film nasional.

Baca juga : Pengamat: Menko Airlangga Cocok Jaga Ekonomi Nasional Tetap Stabil

Turut hadir dalam pertemuan ini, jajaran pejabat tinggi dari kedua kementerian, termasuk Sekretaris Kemenparekraf Dessy Ruhati, Deputi Pengembangan Strategis Ekraf Cecep Rukendi, Deputi Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu, Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi, serta Deputi Bidang Usaha Koperasi Panel Barus dan Deputi Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.