Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Barantin Ajak Pelaku Usaha Kolaborasi Perkuat Sistem Pre Border Karantina
Selasa, 22 April 2025 23:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Untuk memperkuat manajemen pre border serta meningkatkan kelancaran arus barang di pelabuhan, Badan Karantina Indonesia (Barantin) menggelar kegiatan Coffee Morning dengan tema “Perkuat Manajemen Pre Border Perkarantinaan dalam Rangka Kelancaran Arus Barang”, bertempat di Ruang Auditorium, Gedung Pelindo Regional II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (22/4/2025).
Sahat M. Panggabean, Kepala Barantin hadir secara langsung sebagai keynote speaker, menyampaikan pentingnya sinergi dalam penguatan sistem pre border yang efektif.
Sahat menyebutkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang silaturahmi, melainkan ruang diskusi strategis untuk menyamakan langkah, memperkuat sinergi, dan merumuskan solusi nyata atas dinamika ekspor-impor yang terus berkembang.
Penguatan manajemen pre border bukan hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga, melainkan memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku usaha.
"Kita semua memiliki peran penting dalam menjaga keamanan hayati negara sekaligus mendukung kelancaran arus barang. Melalui manajemen pre border yang kuat, kita dapat memastikan bahwa produk pertanian, perikanan, dan peternakan yang masuk dan keluar dari Indonesia telah memenuhi standar kesehatan dan keamanan," tegasnya.
Baca juga : Menkes Reformasi Sistem Pendidikan Dokter Spesialis
Lebih lanjut Sahat mengatakan, saat ini karantina menghadapi era baru dalam ekspor dan impor, menuntut layanan karantina tidak hanya cepat dan transparan, tetapi juga proaktif dan berbasis risiko.
Digitalisasi layanan dan harmonisasi proses bisnis lintas sektor akan menjadi kunci utama dalam menyambut transformasi layanan karantina ke depan.
"Sesuai arahan Presiden RI Bapak Prabowo Subianto pada Sarasehan Ekonomi yang menginstruksikan deregulasi dan penyederhanaan perizinan, untuk merespon penerapan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat, karantina mendukung penuh kebijakan tersebut salah satunya melalui implementasi Pre-Border," ujarnya.
Sahat mengatakan, konsep pre-border sebagai bagian dari inisiatif kebijakan nasional untuk menghadapi tantangan perang tarif perdagangan global. Bahkan penerapan sudah dilaksanakan beberapa tahun terakhir untuk memberikan kemudahan dan percepatan layanan karantina di border.
Bila sudah dipastikan tindakan karantina di negara asal berjalan baik dan sesuai prosedur, tindakan karantina di Indonesia tidak lama. Karantina pre-border adalah sistem pengawasan yang dilakukan di negara asal sebelum komoditas tiba di wilayah Indonesia.
Baca juga : Kapolri Ajak Mahasiswa Jaga Persatuan-Dukung Program Pemerintah
"Ini adalah langkah preventif untuk menjamin keamanan hayati sejak dari hulu, sekaligus mempercepat alur logistik dan meminimalkan potensi penolakan di pelabuhan masuk," jelasnya.
Sistem pre-border dijalankan melalui kerja sama dengan otoritas Karantina negara asal, berdasarkan persyaratan teknis yang telah disepakati. Pengujian kesehatan dan kelayakan komoditas dilakukan di laboratorium yang telah teregistrasi, dan jika diperlukan, Badan Karantina Indonesia turut melakukan audit ke negara asal, terutama bila ditemukan indikasi ketidaksesuaian atau risiko tinggi.
Sahat merinci empat hal penting yang perlu dipahami bersama terkait karantina pre-border, pertama ini adalah langkah edukatif dan preventif, bukan semata pengawasan administratif, kedua, Sistem ini mengandalkan kepercayaan dan kerja sama internasional, termasuk pengakuan laboratorium dan protokol pengujian.
Ketiga, pelaku usaha memiliki peran penting dalam memastikan kepatuhan sejak dari sumber atau negara asal dan keempat Pre-border adalah bagian dari penguatan daya saing ekspor, karena dapat meningkatkan kecepatan pelayanan dan efisiensi biaya logistik.
Kegiatan diikuti oleh kurang lebih 100 peserta dari instansi pemerintah terkait diantaranya Bea Cukai, KSOP, Pelindo, serta berbagai terminal operator di pelabuhan Tanjung Priok hingga pelaku usaha dan asosiasi industri serta Deputi Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, Pusat Data dan Sistem Informasi, dan Karantina DKI Jakarta.
Baca juga : Hari Kartini, Pengingat Perjuangan dan Kontribusi Perempuan dalam Pembangunan
Dalam pertemuan disampaikan juga pemaparan kebijakan dan proses bisnis dari tiga bidang utama Karantina Hewan, Karantina Ikan, dan Karantina Tumbuhan serta materi mengenai digitalisasi layanan karantina dan pelayanan karantina di Karantina DKI Jakarta.
"Forum seperti ini adalah jembatan komunikasi agar sistem karantina kita semakin adaptif, transparan, dan efisien,” ujar Sahat.
Sahat berharap dapat terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan meningkatkan efisiensi serta transparansi layanan perkarantinaan di wilayah pelabuhan, guna mendukung kelancaran arus logistik nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya