Dark/Light Mode

Dorong Ekonomi Desa, 6.110 Kopdes Merah Putih Siap Dibentuk Di Sumut

Rabu, 30 April 2025 18:24 WIB
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menerima cinderamata dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. (Foto: Kemenkop)
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menerima cinderamata dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. (Foto: Kemenkop)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah ingin menyehatkan ekonomi desa. Lewat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Kopdes/Kel Merah Putih, Kementerian Koperasi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sepakat bersinergi membangun ekonomi kerakyatan yang berkeadilan. Targetnya, minimal 6.110 koperasi terbentuk di desa dan kelurahan se-Sumut.

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengatakan, program ini adalah langkah nyata membangun ekonomi konstitusi, ekonomi yang berbasis kekuatan lokal dan gotong royong. Bukan cuma jargon, koperasi ini digadang-gadang bisa memutus mata rantai tengkulak, rentenir, hingga pinjaman online ilegal yang selama ini mencekik rakyat desa.

“Hari ini kita menyemai harapan besar agar setiap desa dan kelurahan di Sumatera Utara jadi sumber kekuatan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Budi Arie dalam acara sosialisasi pembentukan Kopdes/Kel se-Sumut, Rabu (30/4/2025).

Baca juga : Sinergi Kemenkop dan Pemprov Sumut Wujudkan Ekonomi Berkeadilan Lewat Koperasi Merah Putih

Kopdes/Kel Merah Putih nantinya akan menjalankan tujuh unit gerai koperasi yang menyediakan kebutuhan dasar warga desa, dari sembako sampai layanan jasa. Semua barang disalurkan dengan harga bersubsidi dan lebih terjangkau.

“Jadi tidak mungkin rugi. Barang-barangnya adalah kebutuhan sehari-hari masyarakat yang disubsidi negara,” tegas Budi.

Namun, Budi mengingatkan, koperasi ini tak bisa jalan sendiri. Harus dikelola profesional, tapi tetap mengedepankan semangat kekeluargaan dan gotong royong. Itulah jiwa koperasi sejati.

Baca juga : Dorong Ekonomi Inklusif, Menko PM Tekankan Pentingnya Sistem Pendampingan

“Gotong royong kita ini harus bermotif ekonomi, bukan sekadar sosial. Lewat koperasi inilah masa depan ekonomi Indonesia dibentuk,” tambahnya.

Untuk memastikan program ini berjalan cepat, Budi meminta seluruh desa segera menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) guna menentukan struktur organisasi Kopdes/Kel. Ia menargetkan semua koperasi sudah terbentuk paling lambat akhir Juni 2025.

Gubernur Sumut, Bobby Nasution, langsung tancap gas. Ia menyatakan siap mendukung penuh pembentukan koperasi tersebut.

Baca juga : Pacu Ekonomi Desa, REI Siap Bangun 1 Juta Rumah di Pedesaan

“Mulai sekarang sampai Juli, kita fokus dulu ke pembentukan organisasi. Setelah itu, baru mekanisme kegiatan koperasinya dijalankan,” jelas Bobby.

Bobby optimis, koperasi ini bisa menjadi simpul ekonomi baru di desa-desa. Dengan ada perputaran uang dan usaha di tingkat desa, pelan-pelan persoalan kemiskinan bisa diurai.

“Ketika ada putaran ekonomi di tingkat desa, ini akan membantu kesejahteraan masyarakat desa dan menurunkan angka kemiskinan,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.