Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RI-Brazil Perkuat Kerja Sama Industri dalam Forum BRICS
Jumat, 23 Mei 2025 14:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian terus memperkuat kerja sama industri dengan mitra strategis internasional, termasuk Brazil, guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan global yang berkelanjutan.
Hal ini ditegaskan dalam pertemuan bilateral antara Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dengan Wakil Presiden sekaligus Menteri Pembangunan, Industri, Perdagangan, dan Jasa Brazil, Geraldo Alckmin, di sela-sela kegiatan BRICS Ministers of Industry Meeting di Brazil, Selasa (20/5/2025).
Menperin hadir didampingi oleh Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, serta Duta Besar RI untuk Brazil, Edi Yusup.
“Brazil merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Amerika Latin. Peningkatan ekspor Indonesia ke Brazil sebesar 9,31 persen pada tahun 2024 menjadi indikator positif dari potensi kerja sama yang dapat terus dikembangkan,” ujar Menperin.
Baca juga : Kopin Bersama Nira Dorong Inovasi Air Berkelanjutan Dalam Industri Tableware
Ke depan, kerja sama industri Indonesia-Brazil akan difokuskan pada sektor-sektor strategis seperti energi terbarukan berbasis nabati, industri maritim dan kedirgantaraan, pengolahan hasil perikanan dan peternakan, serta penguatan produk agribisnis.
“Kerja sama ini selaras dengan aspirasi Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas jangkauan kerja sama internasional guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” tambahnya.
Selain bilateral, Menperin juga menyoroti kesamaan pandangan Indonesia dan Brasil dalam forum multilateral seperti G20, WTO, PBB, serta BRICS, dalam mendorong sistem perdagangan global yang adil dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Pertemuan BRICS tahun ini mengusung tema “Strengthening Global South Cooperation for More Inclusive and Sustainable Governance”, dan dihadiri oleh perwakilan kementerian industri dan UMKM dari 11 negara anggota BRICS. Indonesia resmi bergabung sebagai anggota BRICS ke-11 sejak Januari 2025, setelah Arab Saudi.
Baca juga : PGN-INPEX Masela Teken Kerja Sama Penjualan LNG Blok Masela
Dengan bergabungnya Indonesia dalam BRICS, peluang kerja sama di sektor industri, ekonomi, dan diplomasi terbuka semakin lebar. Indonesia berpotensi mengakses pasar yang lebih luas, memperoleh pendanaan dari New Development Bank (NDB), serta memperkuat posisi dalam upaya reformasi sistem ekonomi global.
Menperin menegaskan bahwa BRICS merupakan platform penting bagi Indonesia untuk memperkuat industri nasional yang berorientasi pada keberlanjutan, inklusivitas, dan inovasi. “Secara global, posisi Indonesia dalam sektor manufaktur menunjukkan hasil membanggakan,” katanya.
Merujuk data Bank Dunia, nilai Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia pada 2023 mencapai 255,96 miliar dolar AS. Capaian ini menempatkan Indonesia di peringkat keempat tertinggi di antara negara anggota BRICS, setelah China (4.658,79 miliar dolar AS), India (461,38 miliar dolar AS), dan Brazil (289,79 miliar dolar AS).
Sementara itu, MVA negara BRICS lainnya berada di bawah Indonesia, seperti Rusia (251,58 miliar dolar AS), Arab Saudi (157,88 miliar dolar AS), Iran (78,54 miliar dolar AS), Mesir (59 miliar dolar AS), Uni Emirat Arab (55,76 miliar dolar AS), Afrika Selatan (49,35 miliar dolar AS), dan Ethiopia (7,33 miliar dolar AS).
Baca juga : Perkuat Kerja Sama Bilateral, BPJPH Tandatangani LoI dengan LHLN di AS
Di kawasan Asia, Indonesia berada di urutan kelima setelah China, Jepang, India, dan Korea Selatan. Di ASEAN, Indonesia menjadi negara dengan MVA tertinggi, melampaui Thailand dan Vietnam.
Selain pertemuan bilateral dengan Brazil, Menperin dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Industri dan Teknologi Informasi China, Xiong Jijun, serta Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Federasi Rusia, Aleksei Vladimirovich Gruzdev.
“Melalui dialog terbuka dan kerja sama saling menguntungkan, Indonesia memperkuat posisinya sebagai mitra strategis dalam industri global serta menjembatani pemahaman antarbangsa,” pungkas Menperin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya