Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Perpusnas Luncurkan GIM, Program Sepekan 1 Buku dan Membaca Nyaring Jadi Andalan
Senin, 26 Mei 2025 18:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gerakan Indonesia Membaca (GIM) 2025 resmi dibuka oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Senin (26/5/2025). Dua program strategis literasi, yakni Sepekan 1 Buku dan Membaca Nyaring menjadi andalan.
Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas Nurhadisaputra mengatakan, kedua program ini sebagai langkah konkret dalam mengatasi rendahnya tingkat literasi siswa dan mengembangkan budaya membaca.
“Hal ini sejalan tagline Perpusnas yaitu perpustakaan hadir demi martabat bangsa,” terang Nurhadisaputra, dalam Sosialisasi Nasional Gerakan Indonesia Membaca yang digelar secara hibrida.
Berdasarkan hasil studi Program for International Student Assessment (PISA) atau Program Penilaian Pelajar Internasional di tahun 2022, Indonesia berada di posisi ke-69 dari 81 negara dalam skor literasi membaca, dengan nilai rata-rata hanya 359 poin. Fakta ini mempertegas urgensi penguatan budaya literasi di semua jenjang pendidikan.
"Tanpa literasi yang kuat, generasi muda akan kesulitan memilah informasi, apalagi dalam era tsunami data seperti saat ini," ujar Agus Triyanto, akademisi dari Nanyang Technological University (NTU).
Baca juga : HUT ke-45, Perpusnas Luncurkan Program KKN Tematik Literasi dan Relima
Salah satu yang juga ditawarkan dalam program Sepekan 1 Buku adalah pemahaman mengenai literasi informasi. Agus Triyanto memandang, Perpusnas sudah memiliki bahan bacaan yang luar biasa banyaknya, baik buku fisik maupun buku elektronik melalui iPusnas dan e-resources lainnya.
“Kenali kebutuhan informasi yang kita perlukan lalu sebarkan pengetahuan melalui kanal media sosial. Penuhi dengan bacaan-bacaan yang bermanfaat dan valid secara sumber,” seru Agus.
Program Sepekan 1 Buku dalam rangkaian GIM adalah upaya ideal menghidupkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) melalui kolaborasi dan integrasi antarperan pemangku kepentingan, yaitu sekolah dan perpustakaan. Harapannya, para siswa tidak hanya mampu membaca namun juga bisa menjadi produsen informasi yang cerdas dan beretika.
Program Sepekan 1 Buku menyasar siswa sekolah menengah (SMP-SMA) sederajat. Mereka diberi tantangan membaca satu buku setiap pekan dan membuat resensi dalam bentuk tulisan maupun video. Pada tahun sebelumnya (2024), program ini meraup partisipasi 6.295 siswa dan lebih dari 1.700 karya resensi.
“Kami ingin menciptakan tren membaca seru di kalangan pelajar. Bukan sekadar tugas, tapi jadi gaya hidup,” ujar Indah Fadhilla, pengajar dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Baca juga : Polri Siap Kawal Program Pemerintah dan Ketahanan Pangan
Penegasan program Sepekan 1 Buku turut disampaikan Yaya Ofia Mabruri, pustakawan sekaligus fasilitator program tersebut. Program ini memberi kesempatan bagi siswa untuk melatih kompetensi menulis.
“Lewat kegiatan menulis peserta dapat membuka peluang untuk mengenal media sebagai jalan lapang untuk dikenal masyarakat dunia yang lebih luas. Peserta bisa menambah identifikasi khusus keikutsertaan program Sepekan 1 Buku dengan mencantumkan #Sepekan1Buku,” tambah Yaya.
Sementara itu, program Membaca Nyaring mengajak orang tua, guru, pustakawan, dan masyarakat umum untuk membacakan cerita dengan ekspresif kepada anak-anak minimal selama tujuh hari.
Membaca Nyaring bukan hanya soal membacakan buku kepada anak, namun juga memastikan penyampaian isi dan pemilihan buku yang tepat. Bantuan bahan bacaan bermutu yang telah diberikan Perpusnas kepada perpustakaan desa/kelurahan termasuk Taman Baca Masyarakat sebaiknya dimanfaatkan.
”Jangan hanya baca buku untuk anak-anak, tapi bacalah bersama anak,” ungkap Founder Reading Bugs, Komunitas Read Aloud Indonesia Rossie Setiawan.
Baca juga : Perpustakaan MPR Gelar Bicara Buku Karya Hidayat Nur Wahid
Senada dengan Roosie, Pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Barito Utara, Dewi Widianingsih, mengajak agar orang tua tetap konsisten membaca agar menjadi contoh kebiasaan baik bagi anak-anak.
Sejalan dengan Sepekan 1 Buku yang melabeli #Sepekan1Buku untuk keikutsertaan siswa dalam aktivitasnya, Perpusnas juga mengajak masyarakat aktif dalam #Tantangan7HariMembacaNyaring.
”Tujuannya agar tidak sekedar menjadi pembaca, tapi diharapkan sebagai langkah awal anak dalam pengembangan kemampuan literasi,” ujar pustakawan sekaligus fasilitator Membaca Nyaring dari Perpusnas, Sadariyah Ariningrum.
Dalam aktivitas Membaca Nyaring, peserta dapat menggunakan bahan bacaan bermutu dari iPusnas, Let’s Read, dan Perpusnas e-Pustaka yang tersedia secara gratis.
Program strategis GIM melibatkan seluruh ekosistem pendidikan, mulai dari dinas perpustakaan, dinas pendidikan, sekolah, perpustakaan, pustakawan, guru, siswa, orang tua, hingga pegiat literasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya