Dark/Light Mode

Kasus Covid-19 Naik Di Asia

Masyarakat Tak Perlu Panik, Indonesia Masih Terkendali

Senin, 2 Juni 2025 07:35 WIB
Ilustrasi covid-19 (Foto: Getty Images/loops7)
Ilustrasi covid-19 (Foto: Getty Images/loops7)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat tetap waspada menyusul tren kenaikan kasus Covid-19 di sejumlah negara Asia. Meski begitu, situasi di dalam negeri masih aman dan terkendali.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Murti Utami menyatakan, angka penularan Covid-19 di Indonesia terus menurun. Denga begitu, tidak ada alasan panik. Namun, Murti kembali mengingatkan penerapan protokol kesehatan dasar serta kesiapan layanan kesehatan.

Murti menjelaskan, varian Covid-19 yang saat ini menyebar di sejumlah negara Asia mayoritas turunan varian JN.1. Di Thailand, varian dominan adalah XEC dan JN.1; di Singapura, LF.7 dan NB.1.8; di Hong Kong JN.1; sementara di Malaysia varian XEC mendominasi.

Baca juga : Sektor Perikanan Layak Dapat Perhatian Lebih Dari Negara

Meski demikian, Murti menegaskan, tingkat penularan varian-varian ini relatif rendah, begitu pula dengan angka kematian.

Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes telah menerbitkan Surat Edaran Nomor SR.03.01/C/1422/2025 tentang Kewaspadaan terhadap Peningkatan Kasus Covid-19.

Surat Edaran yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit ini mencatat adanya peningkatan kasus di beberapa negara, seperti Thailand, Hong Kong, Malaysia dan Singapura sejak minggu ke-12 tahun 2025.

Baca juga : Makanan Buat Jemaah Haji Aman Dan Halal

“Surat Edaran ini untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19 maupun potensi penyakit lain yang berisiko menimbulkan kejadian luar biasa atau wabah,” ujar Murti dalam keterangan tertulis, Minggu (1/6/2025).

Sementara, situasi di Indonesia masih terpantau stabil. Jumlah kasus konfirmasi mingguan terus menurun, dari 28 kasus pada minggu ke-19 menjadi hanya tiga kasus pada minggu ke-20. Tingkat positivitas pun tergolong rendah, yakni 0,59 persen.

“Varian dominan di Indonesia saat ini adalah MB.1.1,” ujar Murti.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.