Dark/Light Mode

Dimulai Kemarin, Evakuasi WNI Dari Iran Pakai Bus Dan Hercules

Sabtu, 21 Juni 2025 08:00 WIB
Menko bidang Politik dan Keaman­an (Menko Polkam) Budi Gunawan. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)
Menko bidang Politik dan Keaman­an (Menko Polkam) Budi Gunawan. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)

 Sebelumnya 
"Sedangkan evakuasi WNI dari Israel direncanakan akan melalui Amman, Yordania, sebelum diberangkatkan melalui jalur udara," ujar Kristomei dalam keterangan tertulis, dikutip Ju­mat (20/6/2025).

TNI, tegasnya, menyiagakan unsur pendukung yang diperlukan sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan Pemerintah dalam proses evakuasi. "TNI siap menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, demi me­lindungi rakyat, bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di tengah konflik internasional," tegas Kristomei.

Pihak TNI Angkatan Udara (AU) ju­ga sudah standby dan siap diperintah­kan untuk membantu proses evakuasi. TNI sudah menyiapkan pesawat Her­cules dan Boeing untuk mengangkut WNI kembali ke Indonesia.

Baca juga : Prof Juanda: Menurut Saya, Ini Sebuah Kemunduran

"Pesawat sudah kita siapkan, baik pesawat Hercules maupun Boeing," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana Jumat (20/6/2025).

Pihaknya sudah menyiagakan kru dan pasukan untuk menjalankan misi evakuasi. Namun, hingga kini, TNI AU belum menerima perintah dari Mabes TNI. "Intinya TNI AU siap melaksanakan perintah. Dari pimpinan turun, kita akan siap melaksanakan evakuasi," tegasnya.

Sebelumnya, Menlu Sugiono mengatakan, evakuasi WNI di Iran hanya bisa melalui jalur darat. Karena pesawat tidak bisa memasuki wilayah udara Iran. "Pesawat tidak bisa ke sana. Satu-satunya jalur darat," ujar Sugiono di St. Petersburg, Rusia, kemarin.

Baca juga : Perintah Bos Danantara, Pejabat BUMN Jangan Main Golf Di Hari Kerja

Pemerintah, kata dia, juga telah berkomunikasi dengan sejumlah negara tetangga dari dua negara yang tengah konflik itu untuk memastikan kelancaran proses evakuasi. "Supaya saudara-saudara kita diberikan kemudahan melewati pemeriksaannya, karena situasi semakin tidak menguntungkan," tutur Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini.

Selain Indonesia, negara-negara lainnya juga lagi siap mengevakuasi warganya dari Israel dan Iran. Pemerintah Jepang memerintahkan pesawat militer angkut C-2 bersiaga. Proses evakuasi juga dilakukan lewat jalur darat menuju negara tetangga, sebelum akhirnya diterbangkan menuju Jepang.

Hal yang sama juga dilakukan Kedubes China di Israel. Mereka telah memulai evakuasi warganya dari Israel menuju Perbatasan Taba di selatan Is­rael yang berbatasan langsung dengan Mesir, Jumat (20/6/2025).

Baca juga : Nasir Djamil: Banyak Pihak Yang Meminta Dikeluarkan

Sejumlah negara-negara di Eropa juga melakukan hal yang sama. Ke­menlu Polandia mengumumkan akan mengevakuasi 200 warga negara dengan bus ke Yordania untuk diterbangkan Warsawa. Kementerian Luar Negeri dan Urusan Eropa di Bratislava, Slowa­kia sudah mengevakuasi warga negaranya. Penerbangan pertama ke ibu kota Slowakia mengangkut 73 orang, terma­suk 30 warga negara Slowakia dan 43 warga negara dari negara-negara UE lainnya, sejak Selasa dan Rabu (19/6).

Rusia juga telah mengevakuasi 86 warga negaranya dari Iran ke Azerbaijan Sabtu (14/6/2025), dan 238 lain­nya Minggu (15/6/2025), termasuk keluarga diplomat. Kemenlu juga mengumumkan, 70 warga negaranya telah berangkat ke negara tetangga. Di antara yang dievakuasi adalah warga negara bekas Uni Soviet, Rusia, Belarus, Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan. Evakuasi berlangsung ber­sama dengan warga negara lain dari Jer­man, Spanyol, Italia, Serbia, Rumania, Portugal, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Tiongkok, dan Vietnam.

Jubir Kemenlu Azerbaijan menyatakan, dia sedang meninjau permintaan dari lebih dari 1.200 warga negara asing dari 51 negara yang ingin meninggalkan Iran melalui Azerbaijan. "Izin melintasi perbatasan sedang diatur," kata Aykhan Hajizada kepada AFP. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.