Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung Ketahanan Pangan, PVTPP Kebut Layanan Perizinan Dan Pengembangan Varietas
Minggu, 22 Juni 2025 20:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) berusaha mempercepat proses perizinan serta pengembangan varietas unggul. Upaya itu sebagai langkah konkret mendukung ketahanan pangan nasional.
Langkah tersebut ditegaskan dalam kegiatan Evaluasi dan Peningkatan Pelayanan Publik yang digelar PVTPP di Bandung, Jumat, 20 Juni 2025. Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil menyoroti pentingnya pelayanan publik yang responsif dan adaptif terhadap tantangan zaman, terutama dalam memperkuat sistem pertanian nasional.
Ali menyampaikan bahwa berbagai capaian yang telah diraih PVTPP selama ini layak diapresiasi. Namun, ia mendorong agar jangkauan dan kualitas layanan terus ditingkatkan. Fokus utamanya adalah pengembangan varietas tanaman unggul yang sesuai dengan kondisi iklim dan lahan di berbagai wilayah Indonesia.
“Saat ini kita sedang fokus pada program lahan rawa dan cetak sawah yang membutuhkan varietas unggul,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu (22/6/2025).
Ali menegaskan, peningkatan layanan perizinan pertanian harus berjalan optimal. Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, target kepuasan masyarakat terhadap layanan PVTPP harus terus ditingkatkan dan melampaui standar yang ada.
Ali menambahkan, konsistensi dalam menjaga mutu layanan menjadi tantangan tersendiri. Ia menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang kuat serta koordinasi antara pusat dan daerah.
Baca juga : Kemenhub Jamin Keselamatan & Keamanan Penerbangan Haji Dari Teror Bom
“SOP dan komitmen terhadap mutu layanan harus dipegang dari pusat sampai ke unit kerja daerah,” tegasnya.
Ali juga menyoroti pentingnya sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian. Dia mendorong adanya fasilitas beasiswa dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas aparatur, baik formal maupun informal. Pendidikan dinilai menjadi fondasi utama untuk membentuk SDM yang andal dan berdaya saing.
Kepala PVTPP Leli Nuryati mengungkapkan hasil survei terbaru yang menunjukkan nilai indeks kepuasan masyarakat (IKM) PVTPP telah melampaui target. Dia menyatakan keyakinannya bahwa kinerja ini bisa terus meningkat, terlebih PVTPP saat ini juga menjalankan mandat sebagai penanggung jawab Program Swasembada Pangan di Kabupaten Sukabumi.
“Layanan publik adalah komitmen utama kami,” ujar Leli.
Dalam pelaksanaan program swasembada tersebut, Leli menyebut capaian luas tambah tanam (LTT) di Sukabumi bahkan sudah melebihi target nasional. Menurutnya, sinergi antarlembaga sangat penting untuk memperkuat keberhasilan program-program pertanian ke depan.
Dukungan terhadap kinerja PVTPP juga datang dari daerah. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ningning Hendasah mengapresiasi atas pendampingan PVTPP dalam proses pengakuan varietas lokal.
Baca juga : Tingkatkan Kualitas Layanan, BRI Terapkan Kebijakan Baru Layanan Prioritas
Ningning menyebut Kabupaten Bandung kini memiliki varietas unggul lokal yang telah mendapatkan piagam dan sertifikat resmi dari PVTPP. "Varietas ini melalui perjuangan panjang, dari uji mutu hingga uji kelayakan,” kata Ningning.
Dia memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung berkomitmen melindungi petani melalui skema asuransi pertanian.
“Setiap petani kami bantu Rp500 ribu melalui kelompok tani,” jelasnya.
Sementara itu, dari sisi teknis benih, Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran Lembang Noor Roufiq Ahmad menjelaskan, pihaknya terus melakukan koleksi dan peremajaan benih sayuran untuk menjaga kualitas. Komoditas yang diperbanyak secara vegetatif seperti kentang, bawang merah, bawang daun, dan bawang putih harus segera diremajakan setelah masa dormansi berakhir.
“Bawang daun bisa ditanam tiga sampai empat kali setahun, bawang merah dua sampai tiga kali,” kata Noor Roufiq.
Upaya peremajaan ini penting untuk menjaga vigor benih dan mempertahankan produktivitas sayuran, khususnya untuk komoditas yang tak bisa disimpan lama.
Baca juga : DEB Ketahanan Pangan Pertamina Hadir Di Hari Susu Nasional 2025
Dari sisi investasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat mencatat adanya peningkatan signifikan investasi di sektor pertanian. Perwakilan DPMPTSP, Karina Rachmadiani, mengatakan bahwa saat ini investasi pertanian tidak lagi didominasi sektor padat karya, melainkan sudah beralih ke padat modal dan berbasis teknologi.
“Nilai investasinya meningkat pesat sepanjang 2024,” ujarnya.
Karina optimistis Jawa Barat dapat menjadi pusat produksi pangan nasional jika investasi terus digerakkan. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengevaluasi dan menyempurnakan kebijakan agar investasi sektor pertanian membawa manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan PVTPP kali ini mengusung tema “Sinergi dalam Berkarya, Harmonis dalam Bekerja”, yang menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam memperkuat sistem pertanian nasional. PVTPP berkomitmen untuk terus menjadi ujung tombak dalam layanan perizinan dan perlindungan varietas, demi terwujudnya pertanian Indonesia yang tangguh, modern, dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya