Dark/Light Mode

Ramai-ramai Minta Tambahan Anggaran

Para Menteri Tunggu Persetujuan Sri Mulyani

Jumat, 11 Juli 2025 08:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka foto bersama para Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024) lalu. (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka foto bersama para Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024) lalu. (Foto: BPMI Setpres)

 Sebelumnya 
Tak cuma kementerian. Lembaga pun ikut antre minta anggaran. Polri minta tambahan Rp 63,7 T. Kejaksaan Agung juga ajukan ekstra Rp 18,52 T. Badan Pelaksana Haji pun ikut minta tambahan Rp 17,7 M, karena belum punya kantor sendiri.

Di tengah gempuran permintaan ini, Sri Mulyani jadi sosok paling ditunggu. Restu dari Bendahara Negara itu jadi kunci hidup-matinya proposal menteri.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro belum bisa menyimpulkan kementeriannya mampu merealisasikan penambahan anggaran.

“Ya pastinya kita akan lihat dulu seperti apa dan prosesnya kan pasti melalui pembahasan, sehingga kami belum bisa menanggapi dulu ya,” sebut Deni kepada Rakyat Merdeka.

Baca juga : 187.306 Anggota PSI Bakal Pilih Ketum Anyar

Ketua Banggar DPR Said Abdullah bilang ruang fiskal semester II 2025 masih aman. Defisit sudah turun dari 12 persen ke 6 persen.

Tapi apakah APBN sanggup buat penuhi tambahan anggaran menteri? Politisi PDIP ini mengatakan, ruang fiskal negara masih cukup baik di semester II 2025.

“Saya yakin melihat outlook yang disampaikan Pemerintah masih mumpuni fiskal kita. Sampai semester kedua,” beber Said.

Namun ekonom Yusuf Rendy Manilet dari Core Indonesia mengingatkan, ruang fiskal tahun depan tidak fleksibel. Ada program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih yang sudah mengunci porsi besar APBN.

Baca juga : Wamendagri Genjot Perajin Mikro Tembus Pasar Global

“Kalau semua minta tambah, tapi penerimaan pajak stagnan, ya pasti megap-megap,” ujarnya.

Ekonom senior Paramadina Wijayanto Samirin menyebut para menteri sedang pakai strategi “aji mumpung”. Minta anggaran tinggi-tinggi, biar kalau dipotong pun masih cukup.

“Pemangkasan jangan asal rata. Lihat programnya. Yang nggak relevan, buang!” tegasnya.

Ia juga wanti-wanti soal kondisi kerja tahun depan. PHK bisa lanjut, pengangguran bisa naik. Maka, dana negara harus fokus ke program yang mendongkrak daya beli dan serap tenaga kerja.

Baca juga : 15 Pengurus Kubu Afrizal Somasi Ketua PPP Riau

“Ruang fiskal kita sempit. Kalau semua dipenuhi, APBN bisa jebol,” pungkasnya. [UMM/MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.