Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pelaku Usaha Puji Prabowo Sukses Nego Tarif Impor AS, Industri Siap Tancap Gas
Rabu, 16 Juli 2025 20:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pelaku industri Indonesia mengapresiasi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang berhasil mencapai kesepakatan positif dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pemberlakuan tarif resiprokal antara kedua negara.
Sebagaimana diketahui, Presiden Trump mengumumkan kebijakan penurunan tarif impor terhadap produk Indonesia yang memasuki pasar Amerika dari 32 persen menjadi 19 persen melalui akun Truth Social pribadinya. Pengumuman tersebut menyatakan bahwa kesepakatan tarif ini dicapai melalui kontak langsung antara kedua kepala negara.
“Para pelaku industri nasional sangat mengapresiasi capaian Bapak Presiden Prabowo dalam merundingkan kembali tarif impor Indonesia ke Amerika. Ini merupakan bukti nyata dari kepemimpinan beliau dalam memperjuangkan kepentingan industri dalam negeri di kancah global,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Menperin menambahkan, berkat kepiawaian Presiden Prabowo dalam bernegosiasi, Indonesia berhasil memperoleh tarif yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan negara-negara pesaing. Hal ini dinilai menjadi modal penting dalam mendorong daya saing industri nasional di pasar global.
Baca juga : Prabowo Akui Negoisasi Tarif Dengan Trum Alot, Tapi Ada Harapan
Menurut Menperin, kesepakatan tersebut akan menggairahkan sektor manufaktur Indonesia karena membuka kembali akses pasar ekspor ke Amerika Serikat secara lebih luas. Selain itu, penyesuaian tarif tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi industri nasional.
“Keputusan Amerika untuk menurunkan atau menyesuaikan tarif terhadap sejumlah komoditas ekspor manufaktur Indonesia tentu akan meningkatkan daya saing produk kita di pasar mereka. Ini akan berdampak langsung pada utilisasi industri, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan struktur industri nasional,” jelasnya.
Politisi Partai Golkar ini mengemukakan saat ini rasio output sektor manufaktur Indonesia untuk ekspor dan pasar domestik adalah 20:80, dengan sekitar 20 persen produk manufaktur ditujukan untuk ekspor dan sebagian besar diekspor ke pasar Amerika.
Sepanjang tahun 2024, nilai ekspor produk Indonesia ke Amerika Serikat tercatat sebesar 26,31 miliar dolar AS atau sekitar 9,94 persen dari total ekspor nasional sebesar 264,70 miliar dolar AS. Sementara itu, tingkat utilisasi industri pada tahun yang sama berada di angka 65,3 persen.
Baca juga : Bulan Depan, Presiden Prabowo Ke New York Hadiri Langsung Sidang Umum PBB
“Angka utilisasi ini menunjukkan adanya ruang untuk peningkatan produksi, terutama dalam merespons permintaan ekspor yang diperkirakan melonjak pasca kesepakatan tarif ini,” katanya.
Lebih lanjut, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan dengan Amerika Serikat sebesar 14,34 miliar dolar AS pada 2024, menyumbang 46,2 persen dari total surplus perdagangan nasional.
Menperin pun optimistis bahwa kesepakatan ini akan meningkatkan utilisasi industri padat karya seperti tekstil, produk tekstil, pakaian jadi, dan alas kaki. “Tentunya ini akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja secara signifikan,” tegasnya.
Kesepakatan IEU-CEPA
Baca juga : Prabowo Ikut Lobi Langsung Trump, Tarif Impor RI Ke AS Turun
Selain kesepakatan dengan AS, Agus juga menyampaikan apresiasi industri terhadap tercapainya kesepakatan politik terkait perjanjian dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan ini dinilai sangat penting bagi industri manufaktur karena akan mengurangi hambatan ekspor ke pasar Eropa.
“Pelaku industri berterima kasih atas kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo yang berhasil mendorong penyelesaian perjanjian dagang IEU-CEPA. Perjanjian ini sangat dibutuhkan industri saat ini agar dapat bersaing di pasar Eropa dan meningkatkan daya saing produk manufaktur nasional,” ujar Menperim.
Menurutnya, keberhasilan Presiden Prabowo dalam mencapai dua kesepakatan dagang strategis ini merupakan tonggak sejarah penting bagi sektor manufaktur Indonesia.
“Bapak Presiden Prabowo merupakan Presiden Indonesia pertama yang berhasil memperkuat manufaktur nasional, terutama yang berorientasi ekspor. Kami yakin, dengan dua kesepakatan ini, ekosistem industri manufaktur akan semakin kuat, maju, dan mandiri. Industri juga akan berkontribusi lebih besar terhadap program industrialisasi nasional dalam rangka mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya