Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rawan Eksploitasi Tenaga Kerja Murah
Skema Magang Ke Luar Negeri Bakal Ditata Ulang
Kamis, 17 Juli 2025 07:35 WIB
Sebelumnya
“Misalnya, magang dilakukan selama satu tahun, lalu peserta diangkat menjadi pekerja tetap yang terdata sebagai pekerja migran. Atau jika kembali ke Indonesia, mereka bisa bekerja di perusahaan yang sebelumnya mengirim mereka magang,” terangnya.
Dalam konteks peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Kementerian P2MI/ BP2MI juga tengah menjajaki kerja sama dengan sektor swasta. Termasuk dengan Bosowa Group, untuk mendukung pelatihan calon pekerja migran terampil.
“Mayoritas pekerja migran kita masih berada di sektor domestik. Ke depan, kami ingin lebih banyak mengirim tenaga kerja terampil yang dilatih secara profesional,” ucapnya.
Baca juga : Pemkot Bandung Putuskan Renovasi Teras Cihampelas
Alumni Universitas Diponegoro itu juga menyambut baik jika perusahaan swasta ikut berinvestasi dalam pelatihan SDM.
“Setelah dua tahun bekerja di luar negeri, mereka bisa kembali dan menjadi bagian dari pengembangan perusahaan. Ini juga mengubah paradigma, dari sekadar magang menjadi pekerja profesional yang pulang membawa keahlian dan semangat baru,” tuturnya.
Wakil Menteri P2MI/Wakil Kepala BP2MI Christina Aryani menambahkan, wacana pengaturan program magang sebagai bagian dari skema pekerja migran dan sedang dikaji lebih lanjut.
Baca juga : Gibran Ingin Pastikan Nggak Ada Potongan
Menurutnya, banyak peserta magang yang pada praktiknya telah bekerja penuh di luar negeri dan menerima upah.
“Baik pelajar maupun peserta non-pendidikan, jika magang dan menerima upah, itu sama seperti bekerja di luar negeri,” ujar Christina. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Kamis, 17 Juli 2025 dengan judul "Rawan Eksploitasi Tenaga Kerja Murah, Skema Magang Ke Luar Negeri Bakal Ditata Ulang"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya