Dark/Light Mode

Dua Peserta PKN II Gagas Sistem Penguatan SDM Pertahanan

Jumat, 18 Juli 2025 14:10 WIB
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional Pertahanan (Kapusdiklat Tekfunghan) Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan (Badiklat Kemenhan) Syamsu Rizal (kiri) bersama Kepala Bidang Evaluasi Peningkatan (Kabid Evkat) Mutu Diklat Pusdiklat Manajemen Pertahanan (Jemenhan) Badiklat Kemenhan Riska Riskawati usai menghadiri Sosialisasi dan Diseminasi Proyek Perubahan Peserta Kepemimpinan Nasional, di Pusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemenhan, Jakarta, Kamis (17/7/2025). (Foto: RM.ID/DNU)
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional Pertahanan (Kapusdiklat Tekfunghan) Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan (Badiklat Kemenhan) Syamsu Rizal (kiri) bersama Kepala Bidang Evaluasi Peningkatan (Kabid Evkat) Mutu Diklat Pusdiklat Manajemen Pertahanan (Jemenhan) Badiklat Kemenhan Riska Riskawati usai menghadiri Sosialisasi dan Diseminasi Proyek Perubahan Peserta Kepemimpinan Nasional, di Pusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemenhan, Jakarta, Kamis (17/7/2025). (Foto: RM.ID/DNU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dua peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan II Tahun 2025 menghadirkan terobosan dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) pertahanan lewat proyek perubahan strategis yang mereka inisiasi. 

Keduanya adalah Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional Pertahanan (Kapusdiklat Tekfunghan) Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan (Badiklat Kemenhan) Syamsu Rizal, dan Kepala Bidang Evaluasi Peningkatan (Kabid Evkat) Mutu Diklat Pusdiklat Manajemen Pertahanan (Jemenhan) Badiklat Kemenhan Riska Riskawati.

Syamsu menggagas proyek bertajuk AKURAT (Akselerasi Kompetensi Unggul melalui Revitalisasi dan Adaptasi Teknologi Pertahanan), sementara Riska mengusung program GESPER (Game Changer SDM Pertahanan). Kedua sistem ini diyakini mampu menjawab tantangan peningkatan kapasitas aparatur pertahanan di tengah dinamika global dan kebutuhan operasional yang terus berkembang.

GESPER yang digagas Riska Riskawati mengusung konsep corporate university sebagai model pembelajaran terintegrasi di lingkungan Kementerian Pertahanan. Sistem ini dirancang untuk menyelaraskan proses pelatihan dengan visi strategis Kemhan serta mendorong budaya lifelong learning di kalangan ASN pertahanan.

Baca juga : Pertamina Kenalkan Inovasi Sistem Perizinan Real Time Di Esri User Conference 2025

“Transformasi SDM pertahanan harus disokong oleh sistem yang mampu menjawab dinamika zaman. GESPER hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut,” kata Riska saat mempresentasikan proyeknya di Gedung R.A Kartini Pusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemenhan, Jakarta Timur, Kamis (17/7).

Dia menjelaskan, model pembelajaran yang ditawarkan GESPER berbasis kompetensi, kolaboratif, serta memanfaatkan teknologi digital. Setiap individu dapat mengakses materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan karier dan tugasnya, di mana pun dan kapan pun.

“Kurikulumnya pun dirancang fleksibel, berbasis pemetaan kompetensi jangka panjang yang selaras dengan arah kebijakan organisasi. Melalui GESPER, Kementerian Pertahanan akan dirancang memiliki pusat unggulan pengembangan SDM yang tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis semata, tetapi juga menyelaraskan seluruh proses pembelajaran dengan strategi organisasi dan kebutuhan operasional yang dinamis,” ujarnya.

Di sisi lain, proyek AKURAT milik Syamsu Rizal lebih menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi mutakhir dalam pelatihan personel pertahanan. AKURAT mengintegrasikan sistem e-learning interaktif, realitas virtual (VR), augmented reality (AR), hingga simulasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam skema pelatihannya.

Baca juga : MRT Jakarta Kaji Penggunaan KPBU Untuk Perpanjang Rute Ke Tangsel

“Di era digital, pelatihan konvensional sudah tak cukup. Kita butuh metode cepat, fleksibel, dan sesuai dengan medan tugas. AKURAT menjawab kebutuhan itu,” tegas Syamsu.

Selain modernisasi metode pelatihan, AKURAT juga mendorong revitalisasi kurikulum yang dapat disesuaikan secara dinamis berdasarkan tantangan operasional dan teknologi terbaru. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan personel dalam menghadapi berbagai ancaman nyata di lapangan.

Kedua proyek ini merupakan bagian dari tugas perubahan dalam program PKN II yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN). Program tersebut bertujuan menyiapkan pemimpin strategis di level eselon II agar mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak nyata di organisasinya.

GESPER dan AKURAT menjadi representasi dari semangat reformasi birokrasi di sektor strategis pertahanan. Keduanya diyakini dapat menjadi penggerak transformasi kelembagaan, sekaligus menjawab kebutuhan peningkatan profesionalisme aparatur pertahanan di era disrupsi teknologi.

Baca juga : Bertemu Menhan Mesir, Menhan Sjafrie Bahas Penguatan Kerja Sama

Dengan gagasan yang relevan dan pendekatan sistematis, baik GESPER maupun AKURAT diharapkan mampu menjadi bagian dari peta jalan reformasi SDM pertahanan menuju Indonesia yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.