Dark/Light Mode

Menhan Dan Menkes Bersinergi Bangun 14 RS Di Zona Hitam Papua

Rabu, 23 Juli 2025 13:49 WIB
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar (kiri), Menteri Pertahanan  Sjafrie Sjamsoeddin (tengah), dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) menyepakati nota kesepahaman di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat (22/7/2025). (Foto: RM.ID/DNU)
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar (kiri), Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (tengah), dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) menyepakati nota kesepahaman di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat (22/7/2025). (Foto: RM.ID/DNU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar meneken nota kesepahaman (MoU) di kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta Pusat, Selasa (22/7/2025) malam WIB. Salah satunya bersinergi membangun 14 Rumah Sakit (RS) di wilayah rawan konflik atau zona hitam, Papua.

Menkes Budi mengatakan, melakukan pembangunan RS di wilayah rawan gangguan keamanan tidak bisa dilakukan oleh sipil. Prosesnya butuh penjagaan dan pengamanan dari TNI agar bisa berjalan lancar.

"Kami mendapat titah dari Bapak Presiden untuk membangun rumah sakit tipe C di 66 kabupaten/kota yang tertinggal, rumah sakit yang kemampuannya setara rumah sakit di Jawa, dari 66 ini 22 sudah di-groundbreaking diharapkan setahun lagi selesai," kata Menkes Budi di Gedung Bhineka Tunggal Ika Kemenhan.

Baca juga : Kemenekraf Dan GEKRAFS Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

“Kami juga mendapat perintah untuk membangun antara 12 sampai 14 rumah sakit. Tapi masalahnya, Papua masuk wilayah rawan konflik. Masih ada ancaman dari Organisasi Papua Merdeka (OPM). Karena itu kami minta bantuan ke Pak Menhan untuk membantu, agar proses pembangunan berjalan aman,” imbuhnya.

Budi yakin, dengan bantuan dari TNI, proses pembangunan akan berjalan tanpa gangguan keamanan.

“Kemenhan kan punya pasukan Zeni, pasti aman. Teman-teman juga pasti sudah tahu dan lihat, ada dokter yang ditembak, ada perawat yang ditusuk di daerah-daerah sana. Ini kan rawan sekali," pungkas Budi.

Baca juga : Menteri PKP & Menteri Desa Kolaborasi Bangun Rumah Layak Di Desa

Di tempat sama, Menhan Sjafrie memastikan pihaknya akan membantu Kemenkes dalam membangun rumah sakit di kawasan rawan konflik yang salah satunya di Papua. Tentunya dengan biaya dan skema pembangunan dari pihak Kemenkes.

“Kerja sama ini bagian dari upaya mengoptimalkan tugas masing-masing institusi. Karena itu, pembangunan rumah sakit yang akan berlangsung 2026 mendatang akan kita dukung, agar pelaksanaan pembangunan bisa aman dan tercapai sesuai dengan tujuannya," kata Sjafrie.

Sjafrie memastikan, selama proses pembangunan, akan mengerahkan pasukan Zeni untuk menjaga dari serangan kelompok-kelompok separatis tertentu. Termasuk mengirim Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas guna maksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Baca juga : Medan Perluas Layanan Bus Listrik, Targetkan 14 Koridor Hingga 2027

“Untuk dokter yang bertugas di daerah rawan nanti akan direkrut dari lulusan Universitas Pertahanan (Unhan),” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.