Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bangun Masa Depan Sejak Dini
ASN Harus Rancang Pensiun Melalui Usaha Dan Investasi
Sabtu, 26 Juli 2025 07:25 WIB
Sebelumnya
Karena itu, Zudan mendorong pegawai BKN bersikap teknokratif. Yakni, berpikir strategis dan sistematis dalam merumuskan kebijakan.
“BKN telah menyusun tujuh kebijakan utama, dan kita akan terus memperkuat langkah-langkah yang mempermudah pelayanan dan pengelolaan ASN,” tegasnya.
Alumni Universitas Diponegoro (Undip) itu juga mengingatkan pentingnya penyederhanaan regulasi. Dia meminta unit teknis di BKN mengidentifikasi aturan yang justru menjadi hambatan.
Baca juga : Soal Pemilihan Kepala Daerah, Golkar Sedang Kaji 2 Opsi
“Kebijakan yang baik adalah kebijakan yang mempermudah, bukan memperumit,” ucapnya.
Zudan mengatakan, BKN kini mengelola 47 jenis layanan kepegawaian berbasis digital, yang telah dimanfaatkan lebih dari 4,8 juta ASN di seluruh Indonesia. Proses administrasi seperti promosi, mutasi, rotasi hingga demosi kini dilakukan secara daring, tanpa pengiriman berkas fisik.
“Seluruh proses sudah digital. Bila permohonan promosi atau mutasi belum diputuskan dalam lima hari kerja, maka sistem akan secara otomatis menyetujui permintaan tersebut,” terangnya.
Baca juga : Kejagung Tunggu Salinan Lengkap
Transformasi ini mendukung penerapan manajemen talenta ASN berbasis data. Setiap ASN dikelompokkan sesuai kompetensi seperti keuangan, pertanian, atau teknologi informasi dan diarahkan melalui pelatihan serta penugasan strategis.
“Promosi, mutasi dan bahkan demosi, kini semua berdasarkan kinerja. Kita dorong kepala daerah juga menerapkan sistem ini agar proses manajemen ASN makin akuntabel dan efisien,” tukasnya. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Sabtu, 26 Juli 2025 dengan judul "Bangun Masa Depan Sejak Dini, ASN Harus Rancang Pensiun Melalui Usaha Dan Investasi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya